LAMPUNG - Perbuatan tidak terpuji ditunjukkan dua oknum pegawai bidang hukum di Lampung. Hanya karena saling pandang, staf dan sekuriti Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang baku hantam dengan staf Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Kamis (8/7/2015) sekitar 13.30 WIB.
Perkelahian yang terjadi di selasar sebelah kiri Ruang Sidang Cakra PN Tanjungkarang ini bermula dari saling pandang antara Indhon (staf PN Tanjungkarang) dengan Okta (staf Kejati Lampung). Okta yang melintasi meja resepsionis merasa dipelototi oleh Indhon.
Karena merasa tidak terima, Okta mendatangi meja resepsionis yang kebetulan juga ada Riki (sekuriti PN Tanjungkarang).
"Mas itu (Okta) narik abang-abang (Riki) yang ada di meja itu," kata Zamhir, salah satu pengunjung yang melihat kejadian itu.
Riki yang tidak tahu apa-apa langsung dibanting hingga terjatuh. Perutnya juga diinjak. Sedangkan Idhon yang baru sadar terjadi perkelahian berusaha membantu Riki yang sedang menjadi bulan-bulan.
Perkelahian ini tidak berlangsung lama karena segera dilerai oleh beberapa staf kejaksaan dan pengunjung sidang.
Kasi Penkum Kejati Lampung Yadi Rahmat mengatakan akan mendalami terlebih dahulu mengenai perkelahian yang terjadi antara stafnya dengan staf PN Tanjungkarang.
"Akan kami panggil staf itu untuk mempertanyakan apa penyebab keributan dengan dua orang staf pengadilan itu," kata dia.
Sementara, Riki (sekuriti PN Tanjungkarang) mengaku masih merasakan sakit di bagian perutnya akibat diinjak tersebut. "Masih senep, agak nyeri," kata dia, seperti dilansir Tribunlampung.
Perkelahian itu diduga lantaran salah paham antara staf kejaksaan dengan staf PN Tanjungkarang. (*)
