![]() |
| Kondisi jasad Sekdes Malang Sari, Aidil Darmawan (ist) |
LAMPUNG - Satu orang warga Desa Malang Sari, Tanjung Sari, Lampung Selatan (Lamsel) yang tewas dihakimi massa di Desa Batu Badak, Marga Sekampung, Lampung Timur (Lamtim), saat menyampaikan belasungkawa dengan mendatangi rumah duka terduga begal Yusuf yang tewas sepekan lalu, diketahui adalah sekretaris desa (Sekdes) setempat bernama Aidil Darmawan (40).
Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Lampung Timur Kompol Indra Widiatmoko. Ia mengatakan korban meninggal adalah pamong Desa Malang Sari.
"Iya benar, Sekdes yang meninggal," terangnya melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2015).
Baca: Begal Dibunuh, Warga Lampung Timur Balas Dendam, Satu Tewas
Perwira menengah kepolisian ini melanjutkan, pada kejadian tadi malam polisi langsung melakukan evakuasi terhadap korban tewas.
Perwira menengah kepolisian ini melanjutkan, pada kejadian tadi malam polisi langsung melakukan evakuasi terhadap korban tewas.
"Semalam polisi langsung melakukan penyelamatan terhadap rombongan. Saat dilakukan pengejaran kondisi desa sudah sepi," jelas Indra.
Menurutnya, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang berada di tempat kejadian.
"Sudah dilakukan pemeriksaan dan kita lakukan pengejaran," ujarnya. Indra Widiatmoko menambahkan, hingga saat ini belum ada yang ditahan.
"Kita sudah amankan barang bukti di lokasi seperti batu, kayu dan bambu yang digunakan untuk menghilangkan nyawa korban," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, rombongan menggunakan minibus Toyota Avanza B 8413 RL pun menjadi sasaran anarkisme warga. Mobil pun dibakar oleh massa hingga rusak berat, seperti dilansir Saibumi.
Empat polisi yang salah satunya Kapolsek Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Kompol Tri Hendro Prasetyo, sempat disandera warga. Namun kapolsek itu berhasil diselamatkan bersama dengan lima orang lainnya diantaranya Ipda Sukandar, Aiptu Heri Haryono, Aiptu Irwan Kusyari, S Wijaya, dan M Yari.
Satu warga Desa Malang Sari, Adil Darmawan harus meregang nyawa karena tidak berhasil diselamatkan. (*)
