![]() |
| Tempat kejadian perkara penembakan Bharada Jefri Saputra. (ist) |
BANDAR LAMPUNG - Saat ini, beredar rekaman CCTV detik-detik pencurian kendaraan bermotor dan penembakan anggota Brimob Lampung Bharada Jefri Saputra (24) oleh pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat/Begal), yang menyebabkan korban tewas di depan ATM Bank Mandiri, dekat Pasar Koga, Kamis (27/8/2015), sekitar pukul 22.00 lalu.
Dalam video rekaman berdurasi 1 menit 21 detik itu, almarhum Jefri tampak memarkirkan motornya tepat di depan ruang ATM Mandiri dalam keadaan terkunci setang. Dia mengenakan baju putih lengan panjang dan menggendong tas ransel Brimob langsung masuk ruang ATM dan memilih mesin ATM ujung kanan untuk mengambil uang.
Tanpa disadari, hanya berselang 30 detik kemudian komplotan pencuri berjumlah 4 orang dengan mengendarai dua motor tiba di lokasi dan langsung bergerak cepat. Komplotan ini membagi tugas, dua orang membawa motor mereka, satu orang yang dibonceng memegang senjata api yang akhirnya ditembakkan ke korban hingga tewas.
Sedangkan satu orang turun yang mengenakan kaus lengan panjang berwarna agak terang bertugas merusak kunci setang dan membawa lari motor curian. Pelaku sempat memindahkan helm korban yang diletakkan di jok motor lalu merusak kunci.
Dari durasi rekaman CCTV, pelaku yang turun mengenakan kaus lengan panjang hanya memerlukan waktu sekitar 16 detik saja atau pada detik ke-44 hingga ke-60 motor telah berhasil dihidupkan dan diputar untuk dibawa kabur, seperti dilansir Lampost, Sabtu (29/8/2015) .
Korban yang tidak menyadari telah dibuntuti pembegal itu telah selesai mengambil uang di ATM. Saat akan keluar, korban tampak terkejut melihat motornya telah ditunggangi pencuri dan sempat mundur sejenak lantaran ditodongkan senjata api oleh rekan pelaku.
Saat pelaku membawa kabur motor, korban langsung berlari mencoba mengejar sekitar 5 meter dari parkiran, tetapi nahas peluru panas yang ditembakkan salah satu pelaku mengenai dada anak Bambang Sutejo yang juga aparat kepolisian itu, hingga membuatnya tersungkur di pelataran parkir dan kemudian menghembuskan napas terakhir. (*)
