Notification

×

Elpiji 3 Kg Langka di Lampung, Harga Melejit Rp 35 Ribu

04 August 2015 | 8:47 AM WIB Last Updated 2015-08-04T01:47:49Z

LAMPUNG - Kendati sudah dua pekan pasca-Lebaran, namun stok gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di berbagai daerah di Provinsi Lampung masih sulit. Akibatnya, harga gas melon yang harga eceran tertinggi (HET) Rp 16.500 per tabung melejit hingga Rp 35.000 per tabung. 

Bahkan di Kabupaten Lampung Selatan, bahan bakar untuk memasak tersebut kembali menghilang setelah operasi pasar (OP). 

Pekan lalu, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) bersama pangkalan menggelar OP gas 3 kg di sejumlah kecamatan sebagai upaya mempercepat normalisasi peredaran gas pasca libur panjang Lebaran. Namun kini, elpiji 3 kg masih belum normal dan kembali langka. 

Di beberapa desa di Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, keberadaannya sulit dicari. Meskipun ada, harganya masih sangat tinggi, yakni mencapai Rp 25.000 per tabung. 

Di Kecamatan Sidomulyo, meski keberadaan gas elpiji tidak sesulit di Way Panji, harganya masih tinggi. Di beberapa warung yang menjual harga bervariasi, berkisar antara Rp 20.000-25.000 per tabung. Sementara di beberapa pangkalan, jika sudah siang hari keberadaan gas elpiji sudah tidak ada. 

Ketua Hiswanamigas Lampung Selatan, Adi Candra mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi semua pihak mulai dari agen hingga pangkalan guna mengatasi kelangkaan gas dan harga tidak sesuai HET di Lampung Selatan. 

"Mengenai pangkalan yang menjual gas lebih tinggi dari HET sudah dicek. Jadi sekalian nanti akan kami evaluasi," ujarnya, seperti dilansir dari Sinarharapan, Selasa (4/8/2015). 

Demikian pula di Kota Metro, selain langka, harga gas subsidi tersebut juga melejit. Harga tertinggi terjadi di Kecamatan Metro Pusat mencapai Rp 35.000. 

"Sudah hampir satu minggu ini gas melon susah dicari. Saya sudah pesan, tapi belum datang juga. Makanya harga pada naik semua karena langka," ujar Rizki, salah satu pengecer di Metro Pusat. 

Hal senada juga diutarakan pengecer gas di Kecamatan Metro Timur. Ia mengaku kesulitan mendapatkan gas ukuran 3 kg. Ia mengaku, biasa membeli di SPBU Pertamina yang ada di Kelurahan Ganjaragung. 

"Tapi stok gak ada. Saya sudah pesan ke agen, tapi hampir satu minggu ini belum juga ada barangnya," jelasnya. (*)