![]() |
| Henry Jufri |
LAMPUNG ONLINE - Kendati telah sukses meraup dolar dari Google, namun pria kelahiran Makassar 20 September 1983 ini masih tampil sederhana dengan celana puntung dan baju kaos. Henry Jufri bahkan masih bekerja memikul barang penumpang di pelabuhan Makassar ketika ditemui, Jumat (28/8/2015).
"Sekolah saya hanya sampai kelas 4 sekolah dasar," kata Henry.
Satu pekan terakhir, nama Henry ramai diperbincangkan warga dunia maya. Keberhasilannya mendapat penghasilan US$ 1.200 atau sekira Rp 16,8 juta dari Google mengundang decak kagum. Dari mana uang sebanyak itu? Ternyata, selain bekerja keras sebagai buruh, ayah dua anak ini pandai membuat berbagai aplikasi telepon pintar.
Aplikasi itu kemudian unggah di Google Play Store. Tanpa disangka, aplikasi bikinan Henry ternyata populer dan diunduh banyak orang. Dari situlah dia kemudian dikirimi pembagian hasil dari Google sebesar US$ 1.200.
"Baru kali ini saya merasakan uang sebanyak ini," ucap Henry dengan nada hampir tak percaya.
Perjalanan Henry menjadi pengembang aplikasi tidaklah mudah. Awalnya, dia bahkan tak memiliki komputer. Karena ia mengaku serius ingin belajar, ia lantas membeli laptop bekas seharga Rp 800 ribu. Nahas, laptop tuanya ternyata tidak mumpuni dan tak memiliki spesifikasi yang cukup untuk membuat aplikasi.
Laptop itu hanya dilengkapi perangkat Random Acces Memory (RAM) sebesar 1 gigabita. Padahal untuk membuat game sebuah komputer harus memiliki RAM minimal sebesar 2 gigabita.
"Saya terpaksa pinjam uang dari keluarga Rp 2,7 juta," tutur Henry. Uang itu dipakainya membeli laptop yang lebih canggih, seperti dilansir Tempo.
Tak hanya itu, Henry pun harus merogoh koceknya kembali untuk membeli akun di Google Play Store seharga US$ 25. Saat itu nilainya sekitar Rp 300 ribu. Setelah semua beres, barulah Henry bisa mulai merancang aplikasi. Sejak pertama kali bergabung, pada Oktober 2014, Henry mengaku sudah membuat ratusan aplikasi permainan.
Namun, dari ratusan aplikasi tersebut hanya sekitar sepuluh item saja yang bertahan.
"Ada aplikasi belajar huruf dan angka untuk balita, aplikasi kartun huruf dan angka, permainan Si Unyil Berpetualang, Ninja Konoha Run, Super Crocodile, dan King Arthur," ujar Henry, menjelaskan karyanya.
Kesepuluh aplikasi inilah yang paling banyak diunduh orang. Walhasil penghasilan Henry pun merambat naik, dari semula hanya US$ 100 per bulan hingga mencapai US$ 1.200 saat ini.
"Saya awalnya sempat putus asa. Tapi memang dibutuhkan kerja keras, pengorbanan, kesabaran, dan fokus," katanya. (*)
