Notification

×

Kemarau, Hotspot Kembali Muncul di Lampung Hari Ini

05 August 2015 | 9:54 PM WIB Last Updated 2015-08-05T14:54:06Z
ilustrasi

LAMPUNG - Setelah tidak terlihat hampir sepekan terakhir ini, titik panas (hotspot) kembali muncul di berbagai daerah di Provinsi Lampung, Rabu (5/8/2015) siang. Munculnya hotspot seiring musim kemarau yang kian memuncak. 

Berdasarkan pantauan satelit Terra, terlihat dua hotspot di Kabupaten Way Kanan, yakni di titik 1104.880 derajat bujur timur dan 4.410 derajat lintang selatan di Kecamatan Negarabatin, serta 2104.710 derajat bujur timur dan 4.430 derajat lintang selatan di Kecamatan Pakuan Ratu. 

Demikian dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Branti, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung Sugiono ketika dihubungi, Rabu siang. 

“Jadi memang terdapat dua hotspot yang terpantau oleh Satelit Terra. Posisinya tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Way Kanan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Minggu (26/7), sempat terlihat 8 hotspot yang berada di Kecamatan Pesisir Selatan (Kabupaten Pesisir Barat) sebanyak 1 titik. Lalu di Taman Nasional Way Kambas (Kabupaten Lampung Timur) 3 titik. Kecamatan Way Pengubuan (Kabupaten Lampung Tengah) 1 titik; Kecamatan Menggala, Gedung Aji dan Gedunngmeneng (Tulangbawang) masing-masing kecamatan sebanyak 1 titik. 

Sugiono mengakui masuk bulan Agustus ini, musim kemarau di Provinsi Lampung mencapai puncaknya yang ditandai dengan semakin berkurangnya hujan dan naiknya suhu udara pada siang hari. 

“Akibatnya hotspot kembali muncul di berbagai wilayah di Provinsi Lampung,” lanjutnya. 

Sepekan lalu, hotspot sempat menghilang seiring hujan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Lampung dan sepekan terakhir. Namun sejak awal pekan ini, kemarau kembali memuncak dan suhu udara pada siang hari terasa lebih panas, seperti dilansir Sinarharapan

Hujan Lebat 

Pada Senin (3/8/2015), hujan lebat mengguyur Kota Bandar Lampung yang menyebabkan puluhan rumah terendam air di Kecamatan Panjang. Penyebab banjir diduga akibat tumpukan sampah yang menyumbat drainase di kelurahan tersebut. 

Hujan deras yang melanda sebagian Kota Bandar Lampung menyebabkan sekitar 40 rumah di dua kelurahan di Kecamatan Panjang, yakni Way Lunik dan Ketapang, terendam banjir. Rata-rata air masuk ke dalam rumah warga setinggi sekitar 10 cm. 

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi Masgar Lampung Rahmatullah Aji memprediksi musim kemarau di Provinsi Lampung bisa berlangsung hingga Desember atau akhir tahun 2015. "Prediksi awal akhir musim kemarau akan terjadi pada bulan November namun tidak menutup kemungkinan sampai bulan Desember," ujar Rahmatullah Aji, Senin (27/7). 

Rahmatullah menjelaskan, untuk di Provinsi Lampung musim kemarau tidak terlalu ekstrem. Meski demikian, dia mengimbau para petani untuk melakukan penghematan air atau menghindari bahaya kebakaran. 

“Kondisi musim kemarau di Lampung tidak ekstrem, suhu udara berkisar 34 derajat Celcius, kelambapan udara bisa mencapai 60-70 persen jika terjadi hujan. Dan pada bulan Agustus, pada umumnya di Jawa terjadi kekeringan, namun di Provinsi Lampung diperkirakan masih terjadi hujan dengan intensitas ringan," jelasnya. (*)