Notification

×

Kemendikbud-Mediaart Pameran Lukisan 'Sinau' di Taman Budaya Lampung

05 August 2015 | 6:46 PM WIB Last Updated 2015-08-05T11:46:55Z
ilustrasi. (ist)

LAMPUNG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng Mediaart dari Lampung bakal menaja pameran lukisan bertajuk Sinau, yang akan digelar di Taman Budaya Lampung, Jalan Cut Nyak Din 24 Bandar Lampung, 20 – 27 Agustus 2015 mendatang.

Menurut David yang menjadi pelaksana sekaligus kurator, pameran lukisan Sinau ini akan diikuti 15 perupa muda Lampung yakni Andri, Icon, Sisna Ningsih, Lila Ayu Arini, Cupa, Iyan, Bunga, Ipnu, Yudi, Angga, Qori, Aulia, Eddy Purawantoro, Siti dan Diki. Setidaknya 30 lukisan dari berbagai media berukuran minimal 100 x100 cm dan maksimal 200 x 200 cm bakal ditaja dalam pameran ini.

David mengatakan, pameran ini merupakan tindaklanjut dari rangkaian bimbingan teknis kuratorial yang digelar Kemendikbud beberapa waktu lalu. Dari 40 peserta bimtek kuratorial dari utusan berbagai provinsi yang mengajukan konsep, terpilih empat konsep kuratorial terbaik. 

“Salah satu konsep yang terpilih adalah dari Lampung. Jadi kami difasilitasi untuk menggelar pameran untuk pelukis muda,” papar David.

Sedangkan tema 'Sinau' yang dipetik dari bahasa Jawa yang artinya belajar, menurut David sangat relevan dengan para peserta pameran yang merupakan pelukis muda.  

“Semangat, rasa keingintahuan dan gagasan para pelukis dapat diejawantahkan dalam bahasa visual menjadi sebuah karya dua dimensi,” ujar David.

Diharapkan, dari gelar karya bersama ini juga para pelukis saling merespon untuk sinau (belajar), tak hanya dalam karya. Mereka bisa belajar bertransaksi tak hanya secara ekonomi, tetapi juga transaksi secara kultural.  

“Mereka diharapkan pada gilirannya bisa menemukan indentitas dan eksistensi, juga bisa membaca peluang wacana pasar dan juga pasar wacana,” imbuh David yang menjadi salah satu peserta bimtek kuratorial utusan dari Lampung. 

Muaranya, pameran ini bertujuan bakal lahirnya perupa muda yang penuh dengan energi, punya rasa keingintahuan yang tinggi dan punya indentitas, sehingga ke depan punya peran dalam membangun jagad seni rupa Lampung pada khususnya, Indonesia pada umumnya. (rls/ruslan)