Notification

×

Pernah Jadi 'Bulan-Bulanan', Herman HN Minta Pers Bertindak Adil

30 August 2015 | 12:48 PM WIB Last Updated 2015-08-30T05:48:16Z
Herman HN

BANDAR LAMPUNG - Menjadi 'bulan-bulanan' dan korban salah pemberitaan pers yang keliru, bukanlah hal yang menyenangkan. Begitulah pengalaman Wali Kota Bandar Lampung di Provinsi Lampung, Herman HN. 

Untuk itu, dia mengingatkan agar para wartawan di Bandar Lampung bertindak adil dan proporsional dalam pemberitaan, sehingga tulisannya tidak serta-merta memvonis bersalah seseorang, tanpa disertai bukti terkonfirmasi dari yang bersangkutan.

Saat menghadiri malam puncak HUT ke-21 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang diselenggarakan AJI Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2015) malam, Wali Kota Herman HN mengaku pernah menjadi korban 'bulan-bulanan' pemberitaan pers secara keliru.

Namun saat pemberitaan itu dikoreksi, menurutnya, hak jawab yang disampaikan dimuat dengan judul dan ukuran relatif kecil dibandingkan pemberitaan sebelumnya.

Karena itu, dia mengingatkan dan mengajak kalangan jurnalis di daerah ini agar dapat berlaku dan bertindak secara adil dalam pemberitaan.

"Kalau salah berita, minta maafnya juga harus sama besar. Jangan malah disembunyikan atau kecil memuat hak jawabnya. Harus berimbang. Jangan hak jawab secuil entah ditaruh di mana," ujar Herman HN.

Dia juga meminta para wartawan hendaknya lebih dulu bertanya apa yang dipermasalahkan, tidak begitu saja memuatnya.

"Saya sudah beberapa kali 'dimain-mainkan', sehingga perlu disampaikan secara terbuka, mengingat imbas pemberitaan yang keliru berdampak besar bagi keluarga dan lain-lainnya," kata Herman HN.

Herman yang kembali maju mencalonkan diri sebagai wali kota Bandar Lampung (2016-2021) berpasangan dengan Yusuf Kohar (pengusaha) itu mengimbau kalangan jurnalis dan media massa di daerah ini, untuk dapat bersama-sama membangun yang baik serta selalu mengungkap kenyataan yang terjadi, tidak menebak-nebak saja.

Ia menyebutkan, sebenarnya banyak program yang telah berjalan di Kota Bandar Lampung hingga saat ini, sehingga semestinya diekspose media massa dalam skala nasional, seperti halnya yang telah dijalankan M Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) maupun Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya).

Herman mengungkapkan adanya Program Berobat Gratis, Program Bina Lingkungan yaitu siswa dari keluarga tidak mampu dapat sekolah gratis di SD, SMP, SMA negeri terdekat, juga pembangunan ruas jembatan layang keempat untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandar Lampung ini.

Pada malam puncak HUT AJI ini, sejumlah tokoh menyampaikan orasi berupa pesan bagi tiga calon Wali Kota Bandar Lampung, yaitu Herman, Tobroni Harun (Wakil Wali Kota sekarang), dan M Yunus (calon independen).

Para tokoh itu Jauhari M Zailani (akademisi dari Universitas Muhammadiyah Lampung), Selly Fitriani (Direktur Eksekutif LSM Damar), dan Wahrul Fauzi Silalahi (Direktur LBH Bandar Lampung).

Mereka menyampaikan harapan warga Bandar Lampung maupun permasalahan yang masih belum teratasi di ibu kota Provinsi Lampung ini dan seharusnya menjadi komitmen wali kota dan wakil wali kota terpilih menyelesaikannya, seperti dilansir Bisnis.

Tiga bakal calon wali kota Bandar Lampung yang hadir juga diberi kesempatan memberi tanggapan atas kritik, saran, pesan dari para tokoh tersebut.

Pada malam puncak HUT AJI di Bandar Lampung ini, dinobatkan pula penerima Penghargaan Saidatul Fitriah kepada El Shinta, jurnalis Harian Lentera Swara Lampung dengan tulisan berseri tentang dugaan adanya ajaran aliran sesat di Pondok Pesantren Nurul Ulum Kemiling Bandar Lampung.

AJI Bandar Lampung juga memberikan Kamaroeddin Award 2015 kepada Wahrul Fauzi Silalahi, Direktur LBH Bandar Lampung yang dinilai telah banyak berbuat dan berkontribusi bagi kemerdekaan pers, demokrasi dan penegakan hukum di Lampung. (*)