Notification

×

RSJ Kurungan Nyawa Lampung Diduga Telantarkan Pasien

06 August 2015 | 8:58 PM WIB Last Updated 2015-08-06T13:58:24Z

LAMPUNG - Anggaran minta ditambah terus, tapi pelayanan sangat buruk. Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kurungan Nyawa, Lampung dituding telah menelantarkan pasien. Selain pelayanannya buruk, pihak rumah sakit juga tidak merawat inap pasien gangguan jiwa.

Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Ely Wahyuni menjelaskan dalam sepekan terakhir dia bersama sejumlah masyarakat mengurus dan mengantarkan seorang pasien yang mengidap penyakit jiwa ke RSJ. Namun, sesampainya di sana, pihak rumah sakit tidak melayani dan merawat pasien itu dengan baik.

"Pasien ini setelah diperiksa bukannya dirawat inap malah suruh rawat jalan. Padahal dia benar-benar gila dan tidak ada yang bisa merawat," kata Ely dalam keterangannya, Kamis (6/8/2015).

Akibat RSJ tidak mau merawat pasien tersebut, kini nasib warga yang mengalami gangguan jiwa menjadi tidak jelas. Bahkan, pasien sering mengusik warga Bandar Lampung. Padahal jika pihak RSJ mau merawat pasien tersebut dengan baik, dia yakin pasien itu bisa sembuh kemudian bisa dititipkan ke panti sosial.

"Pasien itu sekarang dirantai karena sering telanjang di depan umum dan mengganggu ketertiban. Padahal sebagai warga negara dia berhak mendapat perawatan dan perhatian dari pemerintah," ujar dia.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung itu menyesalkan tindakan RSJ. Padahal RSJ selalu meminta tambahan anggaran untuk peningkatan fasilitas pelayanan di rumah sakit dan untuk anggaran lainnya.

"Rumah sakit ini anggarannya minta ditambah terus tapi pelayannya sangat buruk. Kami akan memproses dugaan penelantaran pasien ini," ujar dia, seperti dilansir Lampost.

Sementara itu saat dikonfirmasi, pihak RSJ Kurungan Nyawa, melalui Humas David menyatakan pihak RSJ belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan penelantaran pasien tersebut. Dia meminta data lebih jelas terkait nama pasien dan dokter yang menangani untuk proses pengecekan lebih lanjut. 

"Kami tidak ingin berkomentar dulu, kami butuh identitas pasien dan siapa dokter yang menangani supaya dapat kami cek dan pastikan," katanya dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis petang. (*)