Notification

×

Anakidah! 4 Dusun di Pesawaran Lampung Belum Ada Listrik

30 September 2015 | 8:57 PM WIB Last Updated 2015-09-30T14:03:56Z
Rumah yang belum tersentuh aliran listrik. (foto: lampost)

PESAWARAN - Ironis. Sejak tahun 70-an silam, empat dusun di Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, belum menikmati penerangan listrik. Di antaranya Dusun Batu Payung, Dusun Kamintara, Dusun Pagar Harapan dan Pagar Jaya Induk.

Dari tujuh Dusun di Desa Pagar Jaya, Punduh Pedada, Pesawaran, baru tiga dusun yang sudah menikmati penerangan listrik di antaranya, Dusun Jaya Tani Bawah, Dusun Jaya Tani Atas, dan Dusun Benuangan, sejak tahun 2011.

"Masyarakat di empat dusun itu sangat mengharapkan pihak PLN, pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mengupayakan agar masyarakat di sana bisa menikmati penerangan listrik," ujar Kepala Desa Pagar Jaya, Jamian, melalui sambungan ponsel, Rabu (30/9/2015).

Dijelaskan, sejak tahun 1969-1970 sampai sekarang ini, baru tiga dusun yang sudah menikmati penerangan listrik sejak tahun 2011 lalu. Sementara empat dusun lainnya sampai sekarang belum menikmati penerangan listrik.

Sementara itu, penerangan masyarakat di empat dusun tersebut hanya mengandalkan penerangan dari mesin diesel hasil dari swadaya, dan ada juga sebagian masyarakat yang masih menggunakan penerangan manual seperti lampu pelita atau lilin.

“Harapan saya selaku kepala Desa, sekaligus mewakili masyarakat sangat berharap kepada pihak PLN, Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Pusat, agar bisa menyalurkan penerangan listrik khusus untuk masyarakat di Desa Pagar Jaya,” kata Jamian.

Selain masalah penerangan listrik, masyarakat di sana juga belum menikmati infrastruktur jalan yang baik, sehingga perekonomian masyarakat juga lemah akibat sulitnya jalan untuk akses ke kota (Kota Bandar Lampung) atau ke Kabupaten Pesawaran, seperti dilansir Lampost.

“Selain masalah jalan juga masalah infrastruktur, khususnya jalan, sebab sampai sekarang jalan di sana belum pernah diaspal oleh pemerintah daerah setempat. Hingga kini kondisi jalan hanya menggunakan batu kasar dan jalan setapak menuju dusun ke dusun, yang hanya bisa dilalui mengunakan kendaraan roda dua sepeda dan motor,” ungkap Jamian.

Untuk itu, dia berharap kepada calon bupati dan wakil bupati yang nantinya terpilih memimpin Kabupaten Pesawaran, agar bisa memperhatikan masyarakat di daerah pedalaman dan dusun-dusun tertinggal. Terutama untuk masalah penerangan listrik dan perbaikan infrastruktur jalan dari dusun ke dusun atau desa ke desa. (*)