BANDAR LAMPUNG - Kekecewaan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resot Panjang, Bandar Lampung terhadap Ephorus Pendeta Williem selaku Pimpinan Gereja HKBP sedunia, nampaknya semakin tidak terbendung.
Bahkan, pihak panitia acara HKBP Resot Panjang, berencana memperkarakan Asisten II Pemkot Bandar Lampung, Pola Pardede, yang dianggap menghalangi kehadiran Ephorus Pendeta Williem untuk datang ke HKBP Resot Panjang.
"Kita sedang mempelajari, apakah memungkinkan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum, dengan melaporkan Pola Pardede, yang membawa Ephorus Pendeta Williem ke rumahnya," ujar James Siburian, Senin (14/9/2015).
James yang juga salah satu panitia acara yang turut menjemput Ephorus Pendeta Williem ke Bandara Raden Intan, Sabtu (12/9/2015) lalu, mengatakan, kerugian yang dialami pihaknya bukan saja material, namun juga non-material.
"Coba bayangkan, kamar hotel sudah kita booking, kita siapkan pengawalan, konsumsi acara, keamanan dan masih banyak pengeluaran lainya. Belum lagi non-material seperti kekecewaan ratusan jemaat yang mengharapkan kehadiran Ephorus Pendeta Willem yang menunggu dari sore hari hingga malam," ujarnya.
Panitia lainya, W. Manurung, salah satu tokoh agama HKBP Resot Panjang yang juga turut menjemput di Bandara Raden Intan, tidak dapat menutup kekecewaanya.
Diuraikanya, saat dia dan beberapa pantia lainnya beserta Pendeta Maruncing Siahaan menjemput Ephorus Pendeta Williem di Bandara Raden Intan, ternyata di sana sudah ada tim lain yang juga berencana menjemput, yakni rombongan Pareses (Pengurus Wilayah Sumbagsel) Saur Simanjuntak beserta Pola Pardede yang menjabat Assiten II Pemkot Bandar Lampung.
"Saya sempat tanyakan ke Pola Pardede kapasitas beliau menjemput dan akan membawa ke rumahnya. Pola Pardede bukan pengurus gereja. Tapi kenapa dia malah membawa ke rumahnya. Padahal jelas tahu kalau ada acara di HKBP Resot Panjang," ujar W. Manurung.
Terus, lanjut, dia, kekecewaan makin mendalam saat Ephorus Pendeta Williem tiba di Bandara Raden Intan. Kurang lebih sekitar pukul 19.30 WIB.
"Saya sudah sampaikan ke Ephorus Pendeta Williem, bahwa ada ratusan jemaat di HKBP Resot Panjang yang menunggu kehadiranya. Namun Ephorus mengelak dengan mengatakan tidak ada agendanya. Padahal komunikasi kita dengan pihak biro humasnya, agenda sudah disampaikan ke Ephorus Pendeta Williem," jelasnya.
Namun, lanjut W Manurung, Pendeta Williem lebih mengikuti ajakan Pola Pardede ke rumahnya dengan mengabaikan ajakan kami.
"Padahal, saya sudah minta paling tidak lima menit saja, yang penting menunjukkan kehadiran untuk menemui jemaatnya. Kan kesannya tidak bijak, Ephorus lebih memilih ke rumah Pola Pardede. Padahal, apa salahnya menemui jemaatnya dibandingkan hanya ngobrol dan kumpul-kumpul di rumah Pola Pardede. Ini yang kita sayangkan. Ratusan jemaat Gereja HKBP Resot Panjang jelas sangat kecewa. Dan kita patut pertanyakan kapasitas Pola Pardede menjemputnya dan pakai pengawalan polisi segala," kata dia.
Atas persoalan ini, Pola Pardede yang ditemui di kantornya sedang tidak ada ditempat. Saat dihubungi melalui ponselnya, meskipun aktif namun tidak diangkat, begitu juga saat di sms tidak ada jawaban.
Untuk diketahui, kehadiran Ephorus Pendeta Williem ke Lampung sejatinya adalah melakukan lawatan kerja peletakan batu pertama atas pembangunan Gereja HKBP Kalianda, Kabupaten, Lampung Selatan, Minggu (13/9/2015).
Karena Ephorus Pendeta Williem sampai di Bandar Lampung pada Sabtu (12/9/2015), maka Gereja HKBP Resot Panjang berkoordinasi dengan Biro Humas HKBP Pusat, yang menyampaikan kalau pada hari Sabtu Gereja HKBP Resot Panjang mengemas acara, yakni pertemuan jemaat dengan Ephorus Pendeta Williem.
"Ini sudah kita koordinasikan dengan pihak biro, dan pihak biro sudah berkoordinasi dengan Ephorus, kata biro sudah diagendakan, tapi kenapa lebih memilih mengikuti ajakan Pola Pardede, untuk kerumahnya. Padahal kalau dia ke HKBP Panjang, kita bisa antarkan beliau kerumah Pola, walaupun sebenarnya kita sudah booking hotel buat beliau dan rombonganya," ujar J. Siburian.
Padahal, dikemasnya acara itu selain keinginan dan kerinduan jemaat untuk bertemu pimpinannya, juga dibalut malam penggalangan dana untuk pembangunan Gereja HKBP Resot Panjang.
"Yah, kita sangat kecewa, Ephorus tidak bijak, seharusnya meskipun hanya 5 menit saja Ephorus datanglah, kita cukup kecewa," ujar. A.Y. Sinaga, anggota jemaat. (Alam)
