Notification

×

Cari Batu Akik, Warga Pringsewu Tewas Tertimbun Tanah

14 September 2015 | 3:50 PM WIB Last Updated 2015-09-14T08:50:05Z
(ilustrasi/ist)

PRINGSEWU - Nahas. Berniat mencari batu akik, seorang warga Dusun 1 Pringgondani RT 2 Pekon Adiluwih, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung bernama Paiman (45), tewas tertimbun tanah galian, sekitar pukul 11.00, Minggu (13/9/2015). 

Korban bersama adik iparnya Sukadi (40), melakukan aktifitas pencarian batu akik di Gunung Lintang Pringgondani. Sukadi selamat karena hanya tertimbun runtuhan tanah sebatas perut. Pria itu langsung dilarikan ke RS Mitra Husada Pringsewu untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari informasi yang dihimpun, kondisi labilnya gundukan tanah bekas galian batu Silika puluhan tahun lalu, yang biasa menjadi lokasi pencarian batu akik jenis bungur oleh warga, menjadi penyebab longsornya tanah yang menimbun seluruh tubuh Paiman hingga tewas.

Keduanya berhasil dievakuasi warga lebih kurang satu jam pasca terjadinya peristiwa itu. Warga yang berada di sekitar lokasi penggalian baru mengetahui kejadian itu, setelah mendengar teriakan meminta tolong dari korban yang berhasil selamat.

"Diperkirakan keduanya tertimbun jam 10.00-an dan berhasil dievakuasi warga dibantu dengan menggunakan cangkul dan linggis," kata Nanang warga sekitar yang turut mengevakuasi korban di lokasi kejadian, Minggu, seperti dilansir Lampost.

Menurut tetangga korban, Dedi Sutrisno (30) sejak dua tahun lalu lokasi bekas galian batu Silika itu menjadi ladang uang bagi warga sekitar, untuk lokasi galian mencari batu akik jenis bungur yang menjadi ciri khas batu akik asal Adiluwih yang terkenal dengan harga jual tinggi. 

"Ukuran jempol kaki kualitas bagus bisa sampai Rp 2 juta. Makanya banyak warga menjadi pencari batu akik di sini," jelas dia. (*)