![]() |
| Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan istri, Aprilani Yustin saat mengunjungi Kloter 8 JKG di Hotel Al Taisir Tower, Sabtu (19/9/2015) malam. (foto: tribunlampung) |
LAMPUNG ONLINE - Saat ini, Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan istri sedang menunaikan ibadah haji. Dia mengajak jamaah haji Lampung mendoakan kesejahteraan masyarakat Bumi Rua Jurai. Hal tersebut disampaikan Ridho saat mengunjungi jamaah Kloter 8 Embarkasi Jakarta (JKG) dan Kloter 13 JKG di Mekkah, Sabtu (19/9/2015) malam.
"Ekonomi di Indonesia akan semakin sulit dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Paling cepat dua sampai tiga tahun ke depan baru membaik. Salah satu cara mengubahnya supaya ekonomi cepat membaik adalah dengan doa bersama. Mumpung sedang di Tanah Haram, Insya Allah diijabah (segera dikabulkan). Semoga Lampung tidak terkena dampak persoalan ekonomi yang besar," ungkap Ridho, yang segera diaminkan audiens yang hadir.
Selain masalah ekonomi yang mengalami kelesuan, Ridho mengatakan, musim kemarau berkepanjangan pun telah membuat kekeringan lahan pertanian. Alhasil, hal itu membuat petani mengalami kesulitan dalam menggarap lahan.
"Mari doakan juga supaya diberikan hujan yang cukup. Sehingga, petani Lampung bisa melalui kesulitan yang dihadapi selama musim kemarau," papar Ridho.
Tak lupa, Ridho meminta jamaah haji Lampung di Mekkah supaya mendoakan aparatur pemerintahan Lampung supaya bisa menjalankan bekerja dengan optimal. Termasuk, dirinya yang sedang menjalankan amanah sebagai Gubernur Lampung.
"Dengan bekerja optimal membangun Lampung, semoga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Lampung," terang Ridho.
Salah satu pembangunan yang masih mengalami kendala di Lampung, menurut Ridho, adalah perpanjangan landasan Bandara Radin Inten II Lampung Selatan. Sebab apabila landasan sudah diperpanjang, Bandara Radin Inten II bisa menjadi embarkasi haji.
"Sekarang masih jadi embarkasi haji antara, jadi dari Lampung masih harus ke Jakarta dulu. Kalau sudah jadi embarkasi haji penuh, jamaah haji Lampung bisa langsung berangkat dari Bandara Radin Inten II menuju Arab Saudi," jelas Ridho.
Sejauh ini, Ridho menerangkan, pemprov telah berulang kali mengurus hal tersebut. Tetapi karena pembangunan bandara menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), maka upaya yang dilakukan pemprov menjadi terbatas, seperti dilansir Tribunlampung.
"Saya sudah bolak-balik rapat ke Jakarta. Katanya, saya bilang katanya karena kewenangan di Kemenhub, tahun depan landasan bandara akan diperpanjang. Mudah-mudahan dalam dua tiga tahun ke depan, jamaah haji Lampung bisa terbang langsung ke Arab Saudi dari Lampung," urai Ridho.
Pada kesempatan tersebut, Ridho pun berharap, jamaah haji Lampung bisa berperan dalam kehidupan bermasyarakat sekembalinya ke Lampung. Salah satunya dengan ikut mempertebal keimanan di lingkungan masyarakat masing-masing.
"Karena tekanan ekonomi yang dihadapi saat ini, mungkin saja ada yang ingin mengambil jalan pintas dengan jalan tidak baik. Pak haji dan bu haji diharapkan bisa berperan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitar," papar Ridho. (*)
