Notification

×

Harga Kambing Kurban di Bandar Lampung Naik 20 Persen

19 September 2015 | 12:57 PM WIB Last Updated 2015-09-19T05:57:21Z
(ilustrasi/ist)

BANDAR LAMPUNG - Harga kambing untuk hewan kurban menjelang Idul Adha 1436 Hijriah/2015 Masehi di Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung, mengalami kenaikan sekitar 20 persen dibandingkan kondisi serupa tahun lalu.

"Jelang Idul Adha tahun ini harga kambing naik, pada tahun lalu jenis kambing lokal harganya sekitar Rp2 juta per ekor, sekarang bisa mencapai Rp2,2 juta hingga Rp2,5 per ekor," kata Ahmad (38), pedagang kambing di Jalan Wolter Monginsidi Kota Bandar Lampung, Sabtu (19/9/2015).

Dia mengatakan, kenaikan harga kambing ini disebabkan karena harga beli dari peternak sudah tinggi, ditambah lagi pembelian pakan berupa hijauan juga naik, karena saat ini kesulitan mencari rumput lantaran kemarau.

Ahmad mengaku, untuk saat ini penjualan kambingnya masih relatif rendah, belum ada peningkatan yang signifikan. Diprediksi peningkatan penjualan akan terjadi pada empat hari menjelang Idul Adha nanti.

"Jenis kambing yang paling banyak diminati, yakni Peranakan Etawa karena memiliki postur tubuh lebih tinggi, namun harganya termasuk tinggi antara Rp3,5 juta hingga Rp4,2 juta lebih per ekor," ujarnya.

Ahmad yang telah belasan tahun menjual kambing mengungkapkan, selain menjual jenis kambing PE itu, dirinya juga menjual kambing lokal serta domba atau biri-biri.

Kambing jenis PE didatangkan dari Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan serta Kota Bandar Lampung. Pedagang kambing di Bandar Lampung lainnya mengaku lebih banyak menyediakan kambing jenis PE.

"Saya lebih banyak menyedikan kambing jenis PE, meskipun mahal banyak masyarakat yang menyukainya," kata Iksan (29), pedagang kambing di Kelurahan Kedamaian, Bandar Lampung.

Dia mengatakan, harga kambing tahun ini memang lebih mahal, karena dari distributor dan peternak sudah mematok harga yang tinggi.

Ia menyebutkan kendala dalam penjualan tahun ini tidak begitu kesulitan kecuali dalam mendapatkan hijauan untuk pakannya, namun saat kemarau kambing biasanya malah lebih sehat, seperti dilansir Sp.beritasatu.

"Musim kemarau kambing lebih sehat, di musim hujan akan mudah kena sakit. Hanya saja memang sulit mencari pakannya," kata Iksan.

Baskara, salah seorang warga yang juga turut memasarkan kambing mengaku belum banyak mendapatkan calon pembeli.

"Sudah saya tawarkan ke mitra ketika ketemu, tetapi belum ada yang pesan. Kalau dapat pembeli, lumayan ada upahnya dari pedagang," kata dia yang juga sedang kerja magang di salah satu instansi pemerintah itu. (*)