LAMPUNG - Pada Kamis (6/8/2015) lalu, Bripka Samsul Isnanto, anggota Polres Metro, Lampung ditembak pembegal motor saat mengejar pelaku begal. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku utama penembakan yaitu Abdul Muthalib (31) yang ditangkap pada tanggal 19 Agustus lalu bersama empat orang rekannya Ridwan Arifin (34), Agus Andika (20), Sifian Syahbadi (20), Rudwan Firdaus (19).
Abdul Muthalib alisa Dul diduga bertanggungjawab atas tewasnya anggota Kepolisian Resor Metro Lampung tersebut. Dia mengaku mengaku menjadi begal sekedar mengikuti ajakan teman.
"Saya sehari-hari kerja tani. Saya diajak oleh Andi," kata Dul di Markas Kepolisian Daerah Lampung, Bandar Lampung, seperti dilansir dari Merdeka pada Kamis (3/9/2015).
Dengan menggunakan topeng penutup muka, Dul dan empat rekannya mengakui kerap terlibat dalam pembegalan. Dul mengaku telah menembak Bripka Samsul di bagian paha menggunakan senjata dari seorang teman bernama Jamal. Namun menurut dia, Jamal kini telah meninggal dunia.
Dalam tubuh korban, ditemukan satu proyektil menancap di bagian paha kiri dan sebutir lainnya di bagian kiri perut. Selama 25 hari dirawat di Salah satu Rumah Sakit di Jakarta Timur, korban kemudian dikembalikan ke lampung kemarin (1/9) sekitar pukul 10.00 WIB dan meninggal di kediamannya pada pukul 19.00 WIB.
Sebelumnya, Dirreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Purwo Cahyako mengatakan dari 1.996 kasus di Lampung, Polda telah menyelesaikan kasus berjumlah 1.169 kasus. Kasus tersebut di antaranya Pencurian motor (Curanmor) berjumlah 347 kasus, yang telah diselesaikan 122 kasus.
Senjata api berjumlah 24 kasus dan yang telah diselesaikan 23 kasus. Saat ini, dalam meminimasilir maraknya pembegalan, Kapolda Lampung kemudian membentuk timsus 308 atau yang dikenal dengan tim antibandit.
"Pak kapolda telah membentuk timsus 308," ungkap Purwo. (*)
