![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG TIMUR - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) berencana membangun tujuh paket kegiatan pengaman pantai di tiga wilayah laut, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
"Pembangunan di tiga desa, Kecamatan Labuhan Maringgi, Kabupaten Lampung Timur, itu dilakukan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kemenpupera, melalui Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Lampung," kata Kepala Seksi Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Sumber Daya Air Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung, Novi Bernastowo, di Margasari, Lampung Timur, Rabu (16/9/2015).
Menurut Novi, pihaknya perlu mengadakan konsultasi publik untuk mengetahui secara langsung tanggapan masyarakat setempat terhadap program tersebut.
"Harapannya ada sinkronisasi antara kegiatan fisik dan kegiatan sosial sehingga jangan sampai ada ketidakcocokan program ini di tengah masyarakat dan harapannya program ini bermanfaat bagi masyarakat," ujar Novi.
Dia menjelaskan, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Lampung bermaksud membangun tujuh paket kegiatan pengaman pantai di tiga desa, yaitu Desa Margasari, Sukorahayu, dan Sriminosari. Ketiganya berada di Kecamatan Labuhan Maringgi.
Tujuh Paket kegiatan tersebut meliputi tanggul pengaman pantai sepanjang 500 meter di Desa Margasari; 3.500 meter di Desa Sri Minosari; rehabilitasi tanggul eksisting TPI bagian kiri sepanjang 261 meter dan bagian kanan 336 meter.
"Selan itu, normalisasi muara Way Penet 1,85 meter, jetty muara Way Penet 2 x 375 meter, dan pembangunan tanggul penutup 195 meter, kata Novi.
Guna mendukung kegiatan tersebut, Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung menggelar konsultasi publik dengan masyarakat tiga desa pesisir pantai sekitar dalam rangka menganalisis mengenai dampak lingkungan bagi warga setempat, seperti dilansir Selasar.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Lingkungan Hidup Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Provinsi Lampung Febiantoni mengatakan bahwa diskusi publik itu merupakan tahapan awal BPLH melakukan uji publik terhadap program tersebut.
Tukiman, warga Desa setempat dalam dialog tersebut meminta dalam kajian analisis dampak lingkungan itu memperhatikan lalu lintas kendaraan bermuatan berat agar tidak berdampak pada kerusakan rumah warga setempat. (*)
