Notification

×

Lagi, Bandar Lampung Digegerkan Penemuan Mayat di Sumur Putri

30 September 2015 | 2:32 PM WIB Last Updated 2015-09-30T07:33:59Z
Munandar menunjukkan poster orang hilang adiknya, Desi Astuti. (foto: tribunlampung)

BANDAR LAMPUNG - Setelah sebelumnya warga di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara digegerkan penemuan mayat di kamar kos wanita, kali ini ditemukan sesosok mayat wanita dalam kondisi telah membusuk di kebun, Jalan Raden Imba Kusuma Ratu, Rabu (30/9/2015).

Diduga, mayat wanita yang telah membusuk karena telah tewas sekira satu pekan lalu itu bernama Desi Astuti (34) warga Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan. Hal tersebut berdasarkan keterangan Munandar (39) yang mengaku sebagai kakak kandung korban.

Munandar mengenali jasad tersebut dari bentuk fisik, pakaian, dan sendal berwarna hitam yang dikenakan korban saat ditemukan. Selain itu, Munandar juga mengungkapkan bahwa Desi telah menghilang dari rumah sejak dirinya tidak jadi menikah.

Menurut dia, Desi pergi dari rumah pada Hari Raya Idul Adha lalu sekitar pukul 11.00 wib. Desi pergi mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah.

"Dia (Desi) waktu izin pergi dari rumah mau beli kartu ponsel," ungkapnya.

Setelah itu Desi tidak kembali ke rumah. Pihak keluarga sempat membuat poster kehilangan Desi yang ditempel di Polsek Telukbetung Selatan.

Munandar beserta kerabatnya mendatangi kamar mayat RSUDAM untuk mengecek kebenaran mayat perempuan yang ditemukan adalah saudaranya bernama Desi Astuti.

Pihak kepolisian menunjukkan pakaian yang ada di tubuh mayat ke Winda, kakak ipar Desi. Winda mengaku bra tersebut adalah milik Desi.

Tak lama datang kakak ipar Desi lainnya. Pihak kepolisian menunjukkan cincin yang ditemukan di jari mayat. Kakak ipar Desi menyatakan bahwa cincin tersebut adalah milik Desi.

Untuk lebih meyakinkan, pihak kepolisian membawa kakak ipar Desi itu melihat jenazah. Kakak ipar Desi membenarkan mayat itu adalah Desi setelah melihat kuku di jari kaki dan bentuk tubuh mayat serupa dengan bentuk tubuh Desi.

Munandar mengatakan, sebelum pergi dari rumah, Desi memiliki masalah asmara. Munandar mengatakan jika adiknya itu gagal menikah.

"Seharusnya adik saya menikah tanggal 27 September 2015 ini. Tapi batal karena kekasihnya yang membatalkan pernikahan itu," ujarnya.

Gagalnya pernikahan Desi, menurut Winda, berawal saat Desi menanyakan uang seserahan. 

"Pacar Desi bilang uang seserahannya sudah habis dipakai judi bola," ujar Winda. Kekasih Desi itu meminta Desi untuk mencari pinjaman uang untuk seserahan.

Winda mengutarakan, Desi menolak mencari pinjaman. Karena Desi tidak mau menuruti kemauan pacarnya itu, tutur Winda, sang pacar membatalkan pernikahan tersebut secara sepihak.

Sementara, Wakasat Reskrim Polresta Bandar Lampung AKP Wahda mengatakan, mayat perempuan tanpa identitas tersebut masih dalam penyelidikan dan terus diidentifikasi oleh tim forensik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

"Mayat perempuan ini masih dalam penyelidikan dan masih terus diidentifikasi oleh tim forensik rumah sakit untuk mengetahui apa yang menyebabkan kematiannya," kata dia.

Petugas Forensik RSUDAM Amri Tuanmanik mengatakan bahwa mayat tersebut sudah tidak bernyawa sejak satu minggu yang lalu.

"Mayat ini sudah hampir tak bernyawa sejak seminggu yang lalu, karena kondisi tubuhnya sudah tidak utuh lagi," jelas dia.

Saat ini mayat perempuan tersebut sedang menjalani pemeriksaan sidik jari yang dilakukan oleh Tim Forensik dan Inafis, di ruang instalasi forensik RSUDAM. (dbs)