Notification

×

Lampung Fair 2015 Ditutup, Transaksi Capai Rp 9,5 Miliar

21 September 2015 | 10:50 AM WIB Last Updated 2015-09-21T08:51:09Z
Lampung Fair 2015 Ditutup, Transaksi Capai Rp 9,5 Miliar
Sekprov Lampung Arinal Djunadi (kiri) menyerahkan trofi juara umum stan kreatif Lampung Fair 2015 kepada perwakilan Tulangbawang Barat, Minggu (20/9/2015) malam. (foto: lampost)

LAMPUNG - Tak ada pesta yang tak usai. Kegiatan tahunan Lampung Fair (2015) di Lapangan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, resmi ditutup, Minggu (20/9/2015) malam. 

Selama 15 hari berlangsungnya pergelaran itu, panitia mencatat total transaksi di arena tersebut sebesar Rp 9,5 miliar. Itu artinya, naik 8 persen dari pergelaran tahun sebelumnya yang hanya meraup Rp 8,5 miliar.

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekprov Lampung Adeham mengklaim penyelenggaraan kali ini terbilang sukses, aman, dan lancar. Bahkan, peserta juga diikuti perwakilan dari luar Lampung seperti Jakarta, Bandung, dan Bengkulu. 

"Nilai perputaran uang di LF mencapai 9,5 miliar dalam kurun waktu 15 hari dibandingkan tahun lalu sebesar 8,5 miliar," kata dia.

Sekprov Lampung Arinal Djunaidi mewakili Gubernur mengatakan penyelenggaraan LF ini merupakan yang keenam kalinya, dalam rangka mempromosikan hasil-hasil pembangunan dari kabupaten/kota yang ada di Lampung. 

"Bagi warga yang berkesempatan menyaksikan perhelatan LF tahun ini, saya mengimbau untuk meneruskan informasi keberhasilan pembangunan di Lampung ini," ujar Arinal.

Untuk melakukan perubahan dan perbaikan, lanjut dia, diperlukan proses dan langkah-langkah pembangunan yang berkelanjutan, seperti dilansir Lampost

"Oleh karenanya, apa yang dipamerkan pada event ini merupakan pencapaian atau progres yang harus terus berlanjut untuk mencapai tujuan yang diharapkan," kata dia. 

Pada puncak acara, Arinal menyerahkan trofi juara. Untuk kategori anjungan terbaik diraih Kabupaten Tulangbawang Barat, disusul Lampung Timur untuk juara kedua, dan ketiga Lampung Selatan. 

Untuk kategori anjungan favorit, juara pertama diraih Anjungan Tulangbawang, kedua Pesisir Barat, dan ketiga Bandar Lampung. (*)