![]() |
| (foto: istimewa) |
BANDAR LAMPUNG - Dalam sepekan terakhir, pemadaman aliran listrik di wilayah Lampung semakin parah. Akibat pemadaman listrik selama lebih dari tiga jam pada waktu tidak menentu, telah merugikan konsumen dan pengusaha yang setiap hari bergantung dengan setrum listrik milik PT PLN ini.
Pada Senin (28/9/2015) dini hari, sebagian Kota Bandar Lampung, ibukota Provinsi Lampung, pemadaman listrik masih terjadi selama tiga jam menjelang waktu Subuh. Padahal, pada Minggu (27/9/2015) siang harinya sudah terjadi mati lampu sampai empat jam di beberapa wilayah kota berjuluk 'Tapis Berseri' ini.
Saat mati lampu, arus lalu lintas semrawut dan macet, sedangkan aktivitas rumah tangga dan usaha terhenti, akibat tidak adanya pemberitahuan resmi pemadaman listrik dari PT PLN Distribusi Lampung.
Ketua Kadin Lampung, Yuria Putra Tubarat menyesalkan tindakan PLN yang memadamkan aliran listrik tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Pasalnya, menurut dia, pemadaman listrik jelas berdampak langsung pada kegiatan produksi usaha, terutama pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Kalau mati lampu yang dirugikan pengusaha UMKM. Mereka sangat bergantung dengan listrik," kata mantan anggota DPRD Lampung ini. Ia berharap PLN menginstrospeksi diri terhadap manajemen dan kinerjanya, bukan malah mengimbau kepada pelanggannya untuk berhemat daya listrik, seperti dilansir Republika.
Seorang pemilik UMKM di Tanjungkarang Barat, Fifa, mengaku kecewa dengan pemadaman listrik yang tidak menentu jadwalnya belakangan ini. Usaha makanan ibu dua anak ini terganggu dan merugi karena tidak bisa melanjutkan produksinya, sebab tidak bisa mengoperasikan peralatan listrik.
"Jelas rugilah kalau mati lampu. Alat-alat masak tidak bisa digunakan, dan waktu banyak terbuang, akhirnya omset penjualan menurun setiap harinnya," tuturnya. Menurut dia, pemadaman listrik saat ini sudah makin parah, karena tidak mengenal waktu lagi. Tidak seperti dulu yang hanya mati lampu saat beban puncak saja. (*)
