![]() |
| Motor yang diduga milik pelaku pembunuhan. (foto: tribunlampung) |
BANDAR LAMPUNG - Warga di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung digegerkan penemuan mayat perempuan di pinggir rel kereta api, Minggu (20/9/2015) pagi. Perempuan bernama Santi (29) tewas diduga korban pembunuhan.
Petugas Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Panjang menyelidiki pembunuhan Santi (29). Polisi sedang memeriksa saksi-saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas kepolisian menemukan satu unit sepeda motor yang diduga milik pelaku pembunuhan Santi. Motor tersebut ditemukan tak jauh dari tempat penemuan mayat Santi. Polisi membawa motor tersebut. Selain motor, polisi juga menyita batu di dekat mayat Santi. Batu itu diduga alat untuk membunuh Santi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya sedang memeriksa para saksi yang pertama kali menemukan mayat Santi.
Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), Dery menuturkan, petugas menemukan batu yang ada darahnya. Mengenai penemuan sepeda motor yang diduga milik pelaku, Dery mengatakan, motor itu milik korban.
"Kami juga menemukan motor korban. Jadi untuk sementara motifnya bukan pencurian dengan kekerasan karena tidak ada barang korban yang hilang," ujar dia kepada wartawan, Minggu.
Kurtubi, Ketua RT 01 tempat ditemukannya mayat Santi, mengatakan, Santi adalah warga RT 03 Kelurahan Ketapang, Panjang. Santi mengontrak rumah bersama suaminya, Hendrik, di RT 03.
Kurtubi mengatakan, ia mendapat kabar adanya penemuan mayat sekitar pukul 07.00 wib. Menurut dia, malam sebelum kejadian, warga yang ronda mendengar suara jeritan.
"Warga sempat mencari asal suara tapi tidak ketemu," ujar Kurtubi kepada wartawan.
Pada pagi harinya, kata Kurtubi, ada ibu melapor menemukan mayat.
Kurtubi juga mengatakan, ada tetangganya bernama Ari ditelepon oleh Hendrik, suami Santi, pada Minggu pagi.
"Hendrik menelepon Ari. Hendrik bilang ke Ari, 'lihat istri saya di kontrakan sudah mati belum'," kata Kurtubi.
Ari lalu pergi ke rumah kontrakan Hendrik dan Santi. Pada saat itu, rumah kontrakan dalam keadaan terkunci, seperti dilansir Tribunlampung.
Kurtubi mengatakan, Hendrik hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
"Si Hendrik ini sudah tidak terlihat lagi sekarang," ujar dia. (*)
