Notification

×

Ratusan Hektare Hutan TNWK Lampung Timur Terbakar

07 September 2015 | 6:04 PM WIB Last Updated 2015-09-07T11:04:12Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG TIMUR - Diduga disebabkan ulah manusia, api kembali membakar ratusan hektare kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Kepala Seksi III Wilayah Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Antonius Febri, membenarkan adanya kawasan hutan TNWK yang terbakar itu.

"Saat ini ada satu titik kawasan hutan yang terbakar di Wilayah III Taman Nasional Way Kambas," ujar Febri, Senin (7/9/2015).

Menurutnya, penyebab kebakaran itu diduga karena ulah manusia atau pemburu liar yang biasa melakukan perburuan di dalam kawasan hutan TNWK itu.

"Secara teori, sebenarnya secara alami hutan TNWK tidak bisa terbakar karena perlu panas hingga 40 derajat Celsius lebih untuk bisa terbakar secara alami. Ini analisa kami," ujarnya.

Febri menyatakan, hingga Minggu petang ini, dirinya bersama tim pemadam kebakaran sedang melakukan upaya memadamkan api yang masih terus berkobar membakar hutan TNWK itu.

"Kami bersama tim masih di lokasi memadamkan api, bersama-sama tim pemadam kebakaran yang dibantu masyarakat mitra Polhut, masyarakat umum, dibantu unsur TNI dan kepolisian," kata Febri.

Dia menjelaskan, kebakaran hutan di TNWK setidaknya telah terjadi sejak Juni lalu, dan hingga saat ini dari rentang bulan Juni hingga September 2015 sedikitnya 400 hektare lebih kawasan hutan di areal Seksi III TNWK telah terbakar.

"Di Seksi III Way Penet luas hutan yang terbakar sejak Juni 2015 hingga saat ini mencapai 400--500 hektare," ujarnya, seperti dilansir Inilah.

Febri juga menyatakan, kebakaran telah terjadi hampir di semua seksi wilayah hutan TNWK itu. Dia menyebutkan, hutan TNWK terbagi menjadi tiga seksi dan wilayah, yaitu Seksi I Wilayah Way Kanan, Seksi II Wilayah Way Bungur, dan Seksi III Wilayah Way Penet.

Sedangkan pada seksi I Wilayah Way Kanan dan Seksi II Wilayah Way Bungur, ia mengaku tidak mengetahui data luas wilayah hutan yang telah terbakar.

"Saya tidak bisa menyebutkan jumlah luas hutan di seksi yang lain, karena saya menangani seksi III Way Penet," tandasnya. (*)