LAMPUNG - Untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak 2015, Kepolisian Daerah Lampung mengerahkan lebih dari 6.500 personel polisi. Hal ini dilakukan mengingat Lampung merupakan daerah rawan konflik.
"Ada lebih dari 6.500 orang anggota dikerahkan untuk pengamanan Pilkada. Semua fungsi kepolisian dikerahkan," ujar Karo Ops Polda Lampung Kombes Sahimin Zainuddin, di Bandar Lampung, Rabu (2/9/2015).
Sahimin menuturkan, saat ini wilayah Lampung masih terbilang aman dan siap melaksanakan Pilkada. Meskipun tindakan kriminal masih terus terjadi. Namun untuk ancaman terhadap calon kepala daerah masih aman.
"Lampung aman-aman saja. Mengenai kesiapan, 99,9 persen Lampung siap melaksanakan Pilkada," ungkapnya.
Dalam pengamanan yang dipersiapkan, lanjut Muhaimin, personel yang mengamankan Pilkada mendatang akan dibagi dua, yaitu pengamanan Rayon Polda dan Rayon Polsek.
Mulai saat ini, kepolisian Lampung sudah mulai mengantisipasi beberapa daerah yang berpotensi terjadinya konflik. Berdasarkan data, ada beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diperkirakan rawan konflik.
"Beberapa daerah yang berpotensi konflik, kami waspadai. Tidak lebih dari 10 TPS-lah," imbuhnya.
Dalam pilkada kali ini, ada 28 pasangan calon bupati dan wali kota yang telah mendaftarkan diri. Mereka, kata Sahimin, masing-masing diberi fasilitas pengawalan dengan satu ajudan, seperti dilansir Merdeka.
Untuk mengantisipasi adanya konflik atau sengketa usai Pilkada, pihaknya telah mengadakan penandatanganan pakta integritas siap menang dan kalah yang ditandatangani oleh pasangan calon dan timses di Mapolres masing-masing.
Selain itu, para kapolsek, kapolres dan pejabat utama Polda Lampung melaksanakan kunjungan rutin ke tokoh-tokoh masyarakat. Sementara pihaknya juga sudah menggelar operasi-operasi dan razia untuk meningkatkan keamanan dalam masa kampanye Pilkada saat ini. (*)
