![]() |
| Tersangka Kamelia Titian (baju merah) memeragakan saat dirinya memukul Sofyan dengan balok. (Lampost) |
BANDAR LAMPUNG - Kembali, aparat hukum dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandar Lampung menggelar prarekonstruksi terhadap tersangka Kamella Titian alias Kamelia, atas kasus pembunuhan Kepala Bagian Kepegawaiana Universitas Malahayati (Unimal) M. Sofyan, Selasa (22/9/2015).
Prarekontruksi yang digelar sejak pukul 13.30-15.30 itu memeragakan 41 adegan yang dilakukan tersangka Kamelia, pemeran pengganti Sofyan, dan pemeran pengganti Ahmad Dadi Pracipto (ADP).
Dalam prarekontruksi itu dijelaskan, korban memarkirkan mobilnya Daihatsu Sirion warna ungu di depan kantor Kelurahan Sumur Putri, sedangkan Kamelia menunggu korban Sofyan di depan masjid. Mereka kemudian berjalan menuju tempat indekos tersangka. Sempat terjadi keributan dalam kamar kos antara korban dan tersangka, yang membuat tersangka menghubungi saksi ADP agar datang ke kosan tersebut.
Tak lama kemudian, ADP pun datang dan terjadi keributan dalam kamar tersangka antara korban dan ADP. Sofyan menemui ajalnya ketika Kamelia memukulkan sebilah balok kepada korban. Setelah memastikan Sofyan tidak bernyawa lagi, ADP kemudian pergi sedangkan Kamelia berbenah untuk melarikan diri.
Sebelum melarikan diri, Kamelia sempat menemui pemilik tempat indekos untuk meminta KTP miliknya. Setelah mengambil KTP tersebut, kemudian Kamelia mengunci pintu kamar indekos yang di dalamnya ada Sofyan dengan kondisi telah tak bernyawa. Keduanya lalu pergi menggunakan mobil milik korban Sofyan.
Berdasar pada prarekonstruksi tersebut, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya menjelaskan, prarekonstruksi kedua tersebut dilakukan guna memperjelas berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap tersangka Kamelia. Pasalnya pada prarekonstruksi yang pertama tidak ditemui kesesuaian dengan BAP.
“Hari ini kami melaksanakan prarekonstruksi kedua terkait pembunuhan Sofyan. Hal ini dilakukan karena pada prarekonstruksi yang pertama tidak ada kesesuaian dengan berita acara pemeriksaan,” kata Dery kepada wartawan setelah pelaksanaan prarekontsruksi.
Dia melanjutkan pada prarekontruksi kedua tersebut terdapat 41 adegan dan untuk pelaksanaan rekonstruksi pihaknya belum menentukan waktunya, seperti dilansir Lampost.
“Nanti untuk pelaksanaan rekonstruksi akan kita tentukan lebih lanjut,” ungkapnya.
Dery melanjutkan dari 41 adegan yang diperagakan tersebut, adegan yang paling vital terdapat pada adegan yang ke-18 dan 19. Adegan tersebut adalah puncak dari aksi pembunuhan Kamelia terhadap Sofyan.
“Pada adegan ke-18 dan 19 itu adegan pemukulan oleh Kamelia yang dibantu temannya,” ujar dia. (*)
