LAMPUNG ONLINE - Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump tengah disorot karena pernyataanya saat debat menyebut Presiden Barack Obama sebagai seorang muslim
Pengusaha real estate ini memang tak pernah berhenti melontarkan pernyataan kontroversi dan cenderung rasial. Dia sebelumnya pernah mengatakan bahwa Obama bukanlah orang AS, karena tak pernah lahir di negara tersebut.
Saat debat antar kandidat Partai Republik, di Rochester, New Hampshire, Jumat (18/9/2015), Trump bilang "Kita mempunyai masalah di negara ini. Disebut muslim."
"Kita tahu presiden kita menjadi salah satu bagiannya. Bahkan, kita tahu dia juga bukan orang Amerika," ujarnya, seperti dilansir CNNIndonesia.
Pernyataan bernada rasial dan salah inilah yang mengundang komentar dari rivalnya di Partai Republik, Senator Lindsey Graham. Dia menyatakan Trump sudah melewati garis batas, dan seharusnya mengoreksi pernyataanya.
"Jika saya Donald Trump, saya akan pergi di televisi nasional dan mengatakan 'saya ditangani dengan buruk dan saya akan meminta maaf untuk itu'," ucapnya.
Obama sendiri adalah seorang Kristen dan dikatakan termasuk rutin ke gereja.
"Apakah ada yang benar-benar terkejut bahwa ini terjadi pada pernyataan Donald Trump ?" Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan ketika ditanya tentang kontroversi terbaruTrump.
Sementara itu calon presiden Demokrat Hillary Clinton dan Bernie Sanders mengkritik tajam pernyataan Trump.
"Ia tahu dan seharusnya memang tahu itu keluar dari batas, tidak benar dan dia seharusnya mengoreksi dan meminta maaf," kata Hilary Clinton. (*)
