LAMPUNG ONLINE - Di saat anak usia sebayanya asyik bermain, anak perempuan tujuh tahun asal Cina ini harus berjuang.
Di usia yang masih belia ini, dia mesti mengurus sendiri kedua orangtuanya. Pasalnya, sang ayah matanya buta dan ibunya mengalami gangguan mental.
Meski demikian, bocah bernama Li Xiaoqian yang tinggal di Kota Zanhuang, Provinsi Hebei, Cina, itu tetap bersekolah gratis di asrama.
Dilansir Xinhua dan Tribulampung, Selasa (13/10/2015), Li saban hari melakukan aktivitas rumah tangga. Misalnya saja memasak dan mencuci, termasuk juga mengajari ibu membaca buku, peran yang seharus dilakukan orangtuanya.
"Ketika aku tidur di sisinya, ibuku memelukku dengan erat.. Aku merasa begitu hangat dan bahagia," katanya.
Adapun untuk makan sehari-hari, keluarga miskin ini tergantung dari bantuan pemerintah sebesar 300 Yuan atau Rp 633 ribuan setiap bulannya. Untuk menghemat uang, ketiganya saban hari makan mi instan. (*)
