Notification

×

Bawa Kabur Truk Senilai Rp 1,28 M, Ditangkap di Lampung

01 October 2015 | 6:49 AM WIB Last Updated 2015-10-01T00:25:43Z

LAMPUNG ONLINE - Seorang sopir ekspedisi ditangkap Unit Reskrim Polres Jakarta Barat setelah melakukan penggelapan, dengan membawa lari truk tronton berikut paket pesanan ikan laut mentah seberat 18,5 ton. Tersangka mengaku nekat melakukan kejahatan karena membutuhkan uang untuk bulan madu.

Menurut Wakasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Slamet, tersangka bernama Hermanto (30). Tersangka dibekuk saat bersembunyi di kawasan Kampung Gunung Agung, Way Lunik, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung pada Rabu (30/9/2015).

"Kejahatan terorganisir itu direncanakan Hermanto bersama dua kawan se-profesinya Wahyudi dan Edi pada 29 Agustus 2015 silam," ujar Slamet kepada wartawan, Kamis (1/10/2015).

Slamet menjelaskan, penggelapan yang dilakukan pelaku dilakukan dengan sangat terencana setelah mendapat kepercayaan dari bos-nya untuk mengirim buah-buahan ke Medan. Namun, kepercayaan itu ditelan mentah-mentah saat pelaku ditugaskan mengirimkan ikan ke Palembang.

Di tengah perjalanan, dua rekannya yang menunggu di Jambi memuluskan jalan Hermanto melelang kiriman ikan mentah ke seorang penadah. Ketiganya berpencar arah setelah berbagi jatah penjualan ikan laut yang dilepas seharga Rp 78 juta ke seorang penadah berinisial BD yang juga menjadi buruan polisi.

"Dia mengaku uang hasil kejahatan digunakan untuk berbulan amdu dengan istri keduanya yang baru empat hari dipersunting. Saat digerebek, polisi mengamankan barang bukti truk tronton Hino hijau bernopol B 9548 BEU yang diketahui milik PD Jaya Makmur Expres dan menyita uang tunai sebesar Rp 1 Juta yang diduga hasil penjualan barang curian," terang Slamet, seperti dilansir Detik.

Kepada tersangka polisi kenakan Pasal 372 KUHP, atas penggelapan aset perusahaan senilai lebih dari 1,28 miliar rupiah. Ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Di hadapan polisi, Hermanto, pria berkacamata itu mengakui, hasil penjualan di bagi rata bersama kedua rekannya. Bapak beranak satu ini mengaku membutuhkan uang lebih untuk biaya hidup dengan istri mudanya di kampung.

"Saya baru kawin lagi, jadi kabur itu ke rumah istri muda saya. Hasil jual barang juga buat bulan madu. Kalau istri pertama itu sudah cerai," tutupnya. (*)