Notification

×

Blatter Ungkap Skandal Piala Dunia & Korupsi FIFA

29 October 2015 | 9:47 AM WIB Last Updated 2015-10-29T02:47:13Z
Joseph Blatter

LAMPUNG ONLINE - Presiden FIFA Non Aktif Joseph Blatter atau Sepp Blatter akhirnya membeberkan mengapa Amerika Serikat membuat serangan ke Federasi Internasional Asosiasi Sepak Bola (FIFA). 

Menurut Blatter, ini karena Amerika gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia. AS mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun, FIFA malah memilih Qatar. FIFA juga menetapkan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Menurut Blatter menyebutkan, Presiden Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA) Michel Platini menggunakan pemilihan tuan rumah Piala Dunia itu untuk mendorong AS memporakporandakan FIFA. 

"Platini memulai konflik ini. Ketika berkembang menjadi politik, masalahnya tidak lagi Platini melawan saya," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Rusia TASS dan dilansir Tempo, Kamis (29/10/2015).

Platini memanfaatkan AS untuk kepentingan politiknya untuk menggusur Blatter. "Karena ia ingin menjadi presiden FIFA. Tapi, ia tidak berani bertarung menjadi presiden," tambah Blatter.

Blatter menambahkan, UEFA ingin mendominasi di FIFA sejak lama. UEFA berkehendak untuk mengubah organisasi FIFA. "UEFA ingin membuat FIFA kelompok dari enam federasi saja. Konfederasi lain takut UEFA akan menguasai karena mereka punya uang dan pemain," tuding Blatter.

Selain itu, Blatter mencatat, Inggris akhirnya turut menyerang FIFA karena alasan sama. "Inggris kalah dari Rusia. Mereka gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia. AS kalah dari Qatar," katanya.

Meskipun mendapat serangan bertubi-tubi, Blatter yakin FIFA akan tetap bertahan. "FIFA bukan peruahaan komersil. Jadi, apa yang mereka lakukan bersama dengan Swiss, mereka menciptakan serangan ini melawan FIFA dan presiden FIFA.

Kejaksaan Agung Amerika Serikat tengah melakukan penyelidikan terhadap skandal korupsi FIFA. Jaksa mempertanyakan pembayaran uang sebesar $ 2 juta dari Blatter ke Platini. Inggris juga akhirnya turun tangan terhadap kasus ini. Inggris menahan semua pejabat FIFA agar tidak beepergian ke luar negeri.

Skandal ini mengakibatkan geger di tubuh FIFA. Buntutnya, FIFA menggelar kongres luar biasa untuk memilih pengganti presiden Blatter. Kongres itu akan digelar di Zurich pada 26 Februari 2016. Hingga saat ini, enam kandidat secara resmi tercatat maju sebagai calon presiden. Di antaranya adalah Michel Platini. (*)