BANDAR LAMPUNG - Saat ini, para pedagang emas dalam bentuk perhiasan di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, mengeluhkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat untuk pembelian logam mulia tersebut dibandingkan dua bulan lalu. Itu akibat ekonomi yang melemah seiring naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah.
"Pembeli sekitar dua bulan ini sepi. Padahal harganya termasuk murah," kata Tina, pemilik toko emas di Bandar Lampung, Kamis (1/10/2015).
Dia mengakui memang terjadi sedikit kenaikan harga, namun masih termasuk murah. Sebelumnya emas 24 karat dijual dengan harga Rp510 ribu per gram, dan sekarang mencapai Rp530 ribu per gram.
Untuk perhiasan emas kadar 23 karat dijual Rp455.000 per gram. Sebelumnya berkisar Rp425.000 per gram, perhiasan emas 22 karat Rp335.000 per gram, 20 karat Rp310.000 per gram, dan 18 karat dijual dengan harga Rp290.000 per gram.
"Biasanya jika gajian tiba banyak yang membeli, tapi sekarang sepi. Malah banyak yang jual," jelas Tina.
Sebaliknya, peningkatan terjadi pada daya jual masyarakat, terlebih saat Idul Adha lalu banyak masyarakat yang menjual emasnya.
Senada diungkapkan Kristin, pedagang emas di Bandar Lampung lainnya. Dia mengungkapkan jika saat ini warga lebih banyak yang menjual. Dalam sehari yang menjual emas bisa mencapai dua orang lebih. Namun, itu lebih sedikit bila dibandingkan pada saat menjelang Idul Adha.
"Harga emas memang dipengaruhi nilai tukar dolar AS. Kita tidak tahu bagaimana untuk minggu depan," ujar dia. Kristin mengungkapkan jika harga emas turun bertepatan dengan waktu gajian, pembelian akan meningkat yang diprediksi bisa mencapai 20 persen.
"Untuk saat ini penjualan sangat menurun dalam beberapa hari terakhir," jelasnya.
Seorang warga Bandar Lampung, Ny Rieke, mengaku menjelang Idul Adha lalu menjual perhiasan emas berupa cincin yang dibelikan suaminya di Bengkulu, dengan harga Rp485 ribu per gram, seperti dilansir Skalanews.
"Uangnya untuk keperluan hari raya," ujarnya. Untuk menjual emas berasal dari Bengkulu, apalagi dilengkapi dengan suratnya, tidak sulit. Itu karena kualitas emas dari Bengkulu dijamin.
"Ke toko mana pun saya jual, mereka mau menerima emas asal Bengkulu. Soalnya, saya pernah beli di salah satu toko emas di Bandar Lampung, terus jualnya ke toko lain, tidak mau menerima," terang Ny Rieke. (*)
