![]() |
| Anak di Cina. (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG ONLINE - Cina memutuskan untuk mengakhiri kebijakan satu anak yang telah berlaku selama beberapa dekade. "Cina meninggalkan kebijakan satu anak," lapor Xinhua, kantor berita resmi Cina, lewan pengumuman di Twitter, seperti dilansir Tempo, Jumat (30/10/2015).
Media tersebut mengatakan mengutip pernyataan Partai Komunis bahwa semua pasangan kini akan diizinkan memiliki dua anak.
Kebijakan kontroversial tersebut pertama kali diperkenalkan dan berlaku secara nasional pada 1979. Aturan dibuat untuk mengurangi tingkat kelahiran dan memperlambat laju pertumbuhan penduduk.
Namun, kekhawatiran pada populasi Cina yang menua tampaknya telah menjadi tekanan pada pemerintah untuk segera mengubah kebijakan.
BBC melaporkan bahwa kebijakan satu-anak diperkirakan telah mencegah 400 juta kelahiran sejak pertama kali diberlakukan. Pasangan yang melanggar kebijakan tersebut menghadapi berbagai hukuman, dari denda hingga kehilangan pekerjaan dan aborsi paksa. Seiring waktu, kebijakan itu mulai diabaikan di beberapa provinsi.
Partai Komunis bahkan mulai bersikap lentur setelah secara resmi merivisi aturan dua tahun lalu, memungkinkan pasangan yang salah satunya adalah anak tunggal untuk memiliki dua anak. Pengumuman tentang aturan baru ini datang pada Kamis, 29 Oktober 2015, hari terakhir dari puncak pembuatan kebijakan Komite Pusat Partai Komunis China, yang dikenal sebagai pleno kelima. (*)
