Notification

×

Kemensos Canangkan Lampung Timur jadi Kampung Siaga Bencana

01 October 2015 | 3:45 PM WIB Last Updated 2015-10-01T08:45:49Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG TIMUR - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Lampung mencanangkan Kecamatan Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB).

Kepala Bagian Program Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Adhi Karyono mengatakan, wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai di Kabupaten Lampung Timur yang berhadapan langsung dengan laut rawan berpotensi terjadi bencana.

Menurut dia, dengan memperhatikan potensi bencana di wilayah tersebut, sehingga ditetapkan sebagai Kampung Siaga Bencana oleh Kemensos RI.

"Wilayah Labuhan Maringgai memang rawan mengalami kebanjiran maupun tsunami dan angin puting beliung," ujarnya usai Pencanangan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Kamis (1/10/2015).

Dia mengatakan, dengan dicanangkan KSB itu, masyarakat akan dapat bertanggungjawab dan mampu menangani secara langsung apabila terjadi bencana di wilayah tersebut.

"Masyarakat sekitar adalah yang paling terdepan yang akan bisa menanggulangi langsung saat terjadi bencana, dan karena masyarakat yang melihatnya pertama kali harus bertanggungjawab untuk menanggulangi bencana sebelum pemerintah datang," ujar Adhi.

Selain pencanangan Kampung Siaga Bencana yang dibuka oleh pejabat Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur bersama jajaran Kemensos RI itu, juga dilakukan pengukuhan dan pelatihan bagi 60 anggota Kampung Siaga Bencana.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Timur Edi Siswanto mengatakan, sebanyak 60 anggota KSB itu akan diberikan keterampilan dan pelatihan penanggulangan bencana oleh Tim Tagana Provinsi Lampung.

"Mereka akan kami berikan pelatihan dan keterampilan menanggulangi bencana dan setelah itu akan dibekali peralatan guna digunakan ketika di desanya terjadi bencana," jelasnya.

Menurut Edi, sebanyak 60 anggota KSB itu berasal dari desa di wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai, dan akan mengikuti pelatihan siaga bencana selama tiga hari, Rabu (30/9) hingga Jumat (2/10), seperti dilansir Inilah.

Tagana merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat. Organisasi ini berada di bawah naungan Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Tagana didirikan pada 25 Maret 2004 di Lembang, Bandung Jawa Barat dengan mengusung misi semangat juang relawan tanpa pamrih, Tagana saat ini telah menyebar ke seluruh Provinsi dan Kabupaten atau Kota di Seluruh Indonesia. (*)