Notification

×

Kemenkes: Kabut Asap Tidak Sebabkan Kanker Paru

08 October 2015 | 10:55 PM WIB Last Updated 2015-10-08T16:12:09Z

SABURAI LAMPUNG - Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan pasti antara asap kebakaran hutan dan terjadinya kanker paru, kata Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Profesor Tjandra Yoga Aditama.

Belum ada penelitian yang memastikan dampak jangka panjang asap kebakaran hutan yang selama ini ditakutkan banyak masyarakat yang tinggal di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Asap tidak terjadi sepanjang tahun, apalagi menimbulkan risiko kanker paru.

"Seseorang mungkin saja kena asap tahun ini, tapi tidak di tahun depan. Dampaknya juga mungkin tidak ada asap dalam jangka panjang," ucap Prof Tjandra lewat pesan singkat yang diterima, seperti dilansir Okezone, Kamis (8/10/2015)

Kecuali, pria yang juga berprofesi sebagai ahli paru itu menambahkan, apabila seseorang mempunyai faktor penyerta lain, seperti rokok, polusi udara kendaraan bermotor, hingga paparan asap industri, warga yang tinggal di wilayah kabut asap bisa mengalami dampak kanker paru-paru dalam jangka panjang.

"Ya, kalaupun ada kasus, tidak besar jumlah penderitanya. Karena asap tidak mungkin terjadi sepanjang tahun," tutup dia. (*)