Notification

×

Mayat Dalam Kardus, DNA Satu Saksi dengan BB Cocok

08 October 2015 | 5:36 PM WIB Last Updated 2015-10-08T11:56:47Z
Krishna Murti

SABURAI LAMPUNG - Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan DNA dari Pusat Laboratorium Forensik, terdapat kecocokan antara DNA salah satu saksi dengan DNA yang diambil dari salah satu barang bukti (BB) yang ditemukan oleh pihak kepolisian. 

"Tingkat kecocokannya 99 persen," ujar Krishna saat ditemui oleh para awak media di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis (8/10/2015).

Menurut Krishna, DNA tersebut didapat dari barang korban yang ditemukan di kotak lain yang berbeda dengan kotak ditempatkannya korban di TKP pembuangan. 

"Sudah kami periksa selama dua hari. Ada 12 indikator pemeriksaan DNA yang semuanya cocok dengan DNA salah satu saksi," ujar Krishna.

Akan tetapi, hingga kini pihak kepolisian belum menetapkan saksi yang bersangkutan untuk dijadikan tersangka. 

"Akan kami lakukan pemeriksaan ulang di Puslabfor sehingga nantinya didapatkan validasi yang lebih akurat," kata Krishna. 

Selain itu, Polda Metro Jaya juga akan mengirimkan barang bukti tersebjt ke lembaga-lembaga lain yang mampu memeriksa DNA.

"Kami akan kirimkan ke DVI atau lembaga lain sehingga muncul second opinion," ujar Krishna. 

Menurutnya, apabila terdapat dua lembaga pemeriksa DNA yang menyatakan avirmasinya, maka Polda Metro Jaya akan memfokuskan pemeriksaannya kepada saksi yang bersangkutan, seperti dilansir Tempo.

Pada 1 Oktober 2015 lalu, Putri ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kardus tak jauh dari rumahnya di Jalan Sahabat, Kalideres, Jakarta Barat. Sebelum ditemukan Putri tidak pulang ke rumah sejak Jumat siang. Padahal biasanya Putri sudah pulang ke rumah sejak pukul 09.30.

Sampai saat ini, belum diketahui siapa pembunuh Putri yang sebenarnya. Kepala Kepolisian Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menduga pelaku pembunuhan Putri mengidap penyakit pedofilia karena pada alat kemaluan bocah perempuan itu ditemukan sperma. Dugaan Tito ini diperkuat dengan hasil otopsi yang menyatakan siswa kelas II SDN 05 Pagi, Kamal, Jakarta Barat, ini mengalami kekerasan seksual. (*)