SABURAI LAMPUNG -
Kabar sakitnya mantan pelatih sepakbola PSBL Lampung, Paul Cumming
sampai di telinga Menpora Imam Nahrawi. Ia pun menyempatkan diri
membesuk dan menawarkan perawatan di Jakarta.
Imam menyempatkan diri ke rumah Paul di daerah Bumiayu, Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis (8/10/2015) sore, seusai menghadiri acara pembukaan training camp SSB Banteng Muda oleh Danone Aqua di Hotel Kusuma, Agrowisata, Kota Batu, dalam persiapan menuju Final Dunia Danone Nations Cup 2015 di Maroko akhir bulan ini.
Imam mengetahui kondisi Paul yang sudah enam bulan bergelut dengan stroke dan tumor ganas di kepalanya, setelah membaca berita sehari sebelumnya. Ia didampingi oleh Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga, Prof. Faisal Abdullah, dan juga kapolsek setempat.
Diterima oleh istri Paul dan keluarga adiknya, Imam langsung menghampiri dan duduk di samping Paul yang berbaring lemah di tempat tidur. Ia menyapa, mengajak berbicara walaupun Paul tidak bisa merespons karena memang sudah sulit bicara. Sesekali Imam berguyon, sampai-sampai Paul tampak tersenyum dalam kondisi demikian.
Imam menyempatkan diri ke rumah Paul di daerah Bumiayu, Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis (8/10/2015) sore, seusai menghadiri acara pembukaan training camp SSB Banteng Muda oleh Danone Aqua di Hotel Kusuma, Agrowisata, Kota Batu, dalam persiapan menuju Final Dunia Danone Nations Cup 2015 di Maroko akhir bulan ini.
Imam mengetahui kondisi Paul yang sudah enam bulan bergelut dengan stroke dan tumor ganas di kepalanya, setelah membaca berita sehari sebelumnya. Ia didampingi oleh Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga, Prof. Faisal Abdullah, dan juga kapolsek setempat.
Diterima oleh istri Paul dan keluarga adiknya, Imam langsung menghampiri dan duduk di samping Paul yang berbaring lemah di tempat tidur. Ia menyapa, mengajak berbicara walaupun Paul tidak bisa merespons karena memang sudah sulit bicara. Sesekali Imam berguyon, sampai-sampai Paul tampak tersenyum dalam kondisi demikian.
Kepada
sang menteri, istri Paul menceritakan kondisi suaminya, yang dulu
pernah jaya saat melatih sejumlah klub perserikatan seperti Persiraja
Banda Aceh, Perseman Manokwari, dan PSBL Lampung. Imam menyimak dengan
penuh perhatian, sambil memegangi tangan Paul.
Imam pun menawarkan kepada keluarga supaya Paul dirawat di Rumah Sakit (RS) Rehabilitasi Medik Cedera Olahraga (RMCO) di Cibubur, Jakarta, dengan semua biaya ditanggung oleh pihak Kemenpora.
"Terima kasih sekali, Pak. Sungguh kehormatan kami bisa ditengok Pak Menteri. Kami semua terharu. Kami akan segera mendiskusikan hal ini dengan keluarga. Kami berterima kasih sekali atas perhatian Bapak," ucap Fifin, istri Paul Cumming, dengan rasa haru.
Imam pun menawarkan kepada keluarga supaya Paul dirawat di Rumah Sakit (RS) Rehabilitasi Medik Cedera Olahraga (RMCO) di Cibubur, Jakarta, dengan semua biaya ditanggung oleh pihak Kemenpora.
"Terima kasih sekali, Pak. Sungguh kehormatan kami bisa ditengok Pak Menteri. Kami semua terharu. Kami akan segera mendiskusikan hal ini dengan keluarga. Kami berterima kasih sekali atas perhatian Bapak," ucap Fifin, istri Paul Cumming, dengan rasa haru.
Setelah
sekitar setengah jam, Imam berpamitan. Ia kembali memegang tangan pria
berusia 68 tahun itu dan memberi dukungan moral, seperti dilansir Detik.
"Nanti Om Paul ke Jakarta ya, biar bisa main bola lagi. Nanti jalan-jalan lagi ke Senayan, ketemu teman-teman di sana. Semangat terus ya, semoga lekas sembuh," ucap Imam.
Tak lama setelah rombongan Menpora pulang, Fifin menerima telepon dari dokter Kemenpora yang menanyakan kondisi suaminya. Rencananya, pada Senin depan akan diutus seorang dokter dari rumah sakit di Surabaya untuk mengecek kondisi Paul, sebelum memutuskan bilamana yang bersangkutan bisa dibawa ke Jakarta. (*)
"Nanti Om Paul ke Jakarta ya, biar bisa main bola lagi. Nanti jalan-jalan lagi ke Senayan, ketemu teman-teman di sana. Semangat terus ya, semoga lekas sembuh," ucap Imam.
Tak lama setelah rombongan Menpora pulang, Fifin menerima telepon dari dokter Kemenpora yang menanyakan kondisi suaminya. Rencananya, pada Senin depan akan diutus seorang dokter dari rumah sakit di Surabaya untuk mengecek kondisi Paul, sebelum memutuskan bilamana yang bersangkutan bisa dibawa ke Jakarta. (*)


