![]() |
| Achmad Chrisna Putra |
METRO - Mutasi sejumlah pejabat di Pemkot Metro, Lampung beberapa pekan lalu terkesan asal-asalan. Contohnya pada posisi camat Metro Pusat yang dijabat pejabat baru, Triana Apresiana dengan pangkat/golongan IIId.
Anehnya, posisi sekcam ditempati Sakban dengan pangkat/golongan IVa. Ini bearti secara kepangkatan dan golongan, Sakban lebih tinggi daripada Triana Apresiana, yang menjabat camat.
Belum
lagi, persoalan bagaimana nantinya dalam penilaian daftar penilaian
pekerjaan pegawai (DP3) di lingkungan instansi setempat. Pasalnya, dalam
aturannya, DP3 dilakukan pangkat/golongan yang lebih tinggi.
"Apa iya DP3 camat yang akan menilai sekcam,"kata Mujib, Ketua Humanika Kota Metro, Rabu (28/10/2015).
Lainnya terjadi pada pergantian Kabid Mutasi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang diisi pejabat baru atas nama Herawati, pangkat/golongan IVa. Padahal PNS bersangkutan baru saja dimutasi dari Bandar Lampung ke Pemkot Metro.
Beberapa
sumber di lingkungan Pemkot Metro, mengatakan keberadaan Herawati di
Pemkot Metro secara keabsahan masih dalam proses. Namun pada
kenyataannya, yang bersangkutan sudah ditempatkan pada posisi Kabid
Mutasi pada BKD. Meski saat pelantikan, Herawati tidak hadir dalam acara
tersebut.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Metro Achmad Chrisna Putra, menggelar rolling dadakan. Bahkan, sejumlah pejabat eselon II yang selama ini dekat dengan Wali Kota terdahulu, Lukman Hakim, turut 'digeser', seperti dilansir Lampost.
Sebut
saja, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Imam
Santoso di-nonjob-kan, posisinya digantikan Asisten II Bidang
Pembangunan dan Ekonomi Prayetno. Hal serupa juga dialami Rahmad Haru
Nurdi, yang sebelumnya menjabat Inspektur Kota Metro, ditarik menjadi
staf ahli wali kota bidang hukum dan politik.
Sementara itu, Firmansyah yang pada masa kepemimpinan Lukman Hakim berkutat pada jabatan staf ahli wali kota, dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo), menggantikan M Jihad Helmi yang dilantik menjadi inspektur.
Kemudian, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Khaidarmansyah bergeser menempati posisi Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi. Posisinya, digantikan Arif Joko Arwoko yang sebelumnya menjabat kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).
Posisinya, digantikan Yusup Kota Alam, yang sebelumnya menempati pos sebagai kadinsosnaker. Sedangkan, posisi kadinsosnaker diisi Elia Lusiana, yang sebelumnya menempati posis Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Selain sejumlah pejabat eselon II, dari total 35 orang pejabat yang di-rolling kemarin, juga terdiri pejabat esselon III dan IV, yang meliputi kepala bidang, kepala bagian, camat, dan lurah di Kota Metro.
Dalam sambutannya Chrisna Putra mengatakan pelantikan tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena selaku Pj Wali Kota, ia diperkenankan melakukan pelantikan setelah mendapatkan persetujuan Pemerintah Provinsi mewakili Pemerintah Pusat.
”Keputusan
ini merupakan hasil evaluasi saya terhadap kinerja dan loyalitas
saudara-saudara. Saya berharap semua satker ke depan bisa bekerja tanpa
menunggu komando. Yang kita butuhkan saat ini terobosan dan inovasi.
Jangan harus menunggu saya uprak-uprak dulu,” kata dia. (*)
