| (foto: RRI) |
LAMPUNG - Banyak pihak menilai pertemuan antara Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo di Provinsi Lampung, Jumat (6/11/2015), terkait isu reshuffle kabinet yang kembali mencuat.
Apalagi kedudukan Zulkifli Hasan, politisi asal Lampung Selatan itu sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah menyatakan sikap bergabung dengan pemerintah.
Saat dikonfirmasi, Zulkifli menepis berulang kali anggapan tersebut. Dengan kalimat konsisten dia menegaskan jika perihal perombakan kabinet adalah kewenangan Presiden Jokowi.
"Kalau kabinet itu sudah dibilang, itu hak presiden ya terserah beliau," ujar Zulkifli, usai menghadiri Tasakuran HUT ke 47 Surat Kabar Harian Lampung Ekspress Plus, di Perguruan Tinggi Teknokrat Bandar Lampung, Sabtu (7/11/2015).
Belum puas mendengar jawaban itu awak media kemudian menanyakan kembali apa saja obrolan atau pembicaraan saat bersama Presiden Jokowi.
"Ya banyak," kata Zulkifli.
Di hadapan Jokowi, Zulkifli mengaku menyampaikan terimakasih mengenai pembangunan jalan tol Trans Sumatera yang dulu sempat terhambat.
Selain itu, lanjut mantan menteri kehutanan itu, bersama Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengharapkan Jokowi ikut membantu menambah anggaran perbaikan jalan kabupaten di Lampung yang mengalami kerusakan, seperti dilansir laman RRI.
"Kemudian di Lampung banyak sawah kekeringan, saya minta juga agar irigasi ditambah dananya. Sungai-sungai mulai kering dibangun penampungan air. Alhamdulillah semua disetujui," ungkap Zulkifli.
Dalam kesempatan bersama kepala negara yang turut didampingi para menteri terkait, dia juga meninjau dinamika industri pembuatan kapal, disela-sela mengunjungi perusahaan pembuatan kapal di PT Daya Radar Utama, Bandar Lampung.
Zulkifli mengemukakan, adanya keluhan bahwa aturan pemerintah dirasakan menyulitkan para pelaku industri pembuatan kapal dalam negeri sedangkan aturan menyangkut import malah dipermudah.
"Saya dan pak presiden kemarin setuju justru industri dalam negeri kita permudah, kita dukung, kita bantu, sementara kalau kita nggak bisa baru kita impor. Karena itu saya meminta juga pada para kementerian dan lembaga yang bisa dibuat di sini, kita beli di sini," pungkasnya. (*)
Di hadapan Jokowi, Zulkifli mengaku menyampaikan terimakasih mengenai pembangunan jalan tol Trans Sumatera yang dulu sempat terhambat.
Selain itu, lanjut mantan menteri kehutanan itu, bersama Gubernur Lampung Ridho Ficardo mengharapkan Jokowi ikut membantu menambah anggaran perbaikan jalan kabupaten di Lampung yang mengalami kerusakan, seperti dilansir laman RRI.
"Kemudian di Lampung banyak sawah kekeringan, saya minta juga agar irigasi ditambah dananya. Sungai-sungai mulai kering dibangun penampungan air. Alhamdulillah semua disetujui," ungkap Zulkifli.
Dalam kesempatan bersama kepala negara yang turut didampingi para menteri terkait, dia juga meninjau dinamika industri pembuatan kapal, disela-sela mengunjungi perusahaan pembuatan kapal di PT Daya Radar Utama, Bandar Lampung.
Zulkifli mengemukakan, adanya keluhan bahwa aturan pemerintah dirasakan menyulitkan para pelaku industri pembuatan kapal dalam negeri sedangkan aturan menyangkut import malah dipermudah.
"Saya dan pak presiden kemarin setuju justru industri dalam negeri kita permudah, kita dukung, kita bantu, sementara kalau kita nggak bisa baru kita impor. Karena itu saya meminta juga pada para kementerian dan lembaga yang bisa dibuat di sini, kita beli di sini," pungkasnya. (*)