Notification

×

Akhir Pekan Ini, Rampak Negeri Pelangi Seni Budaya Lampung

14 December 2015 | 10:44 AM WIB Last Updated 2015-12-14T03:44:31Z
Tari kolosal Gemercik Tari yang melibatkan 250 penari persembahan SMA Negeri  Gadingrejo, Pringsewu. (DKL)

LAMPUNG -
Tari Rampak Negeri karya koreografer Lampung Barden A Moegni, yang mengusung kisah negeri ini bakal mewarnai pentas Pelangi Seni Budaya Lampung, yang akan digelar di Lapangan Korpri, Teluk Betung, Sabtu (19/12/2015) mendatang.
Menurut Barden yang juga Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Lampung (DKL) karya tari ini diilhami dan terinspirasi dari keadaan negeri kita yang carut marut. 

“Nilai-nilai luhur bangsa kita sudah tercabik-cabik oleh rasa individualisme dan golongan. Rasa kebersamaan dan gotongroyong, senasib dan sepenanggungan sebagai anak bangsa, telah porak-poranda atas nama kepentingan dan politik,” ujar Barden mengisahkan latar karyanya, Minggu (13/12/2015).
Lebih lanjut, dikatakannya, yang tersisa adalah derita dan kesunyian, karena satu sama lain menjadi asing.  

“Dalam keadaan ini sering terjadi perselisihan bahkan penindasan. Manusia terombang-ambing dalam kebingungan dan kehilangan jati diri,” imbuh Barden di sela-sela latihan.
Untung saja, lanjut Barden, arus kesadaran segera tergerak untuk kembali merajut kebersamaan untuk kembali menata membangun negeri. 

“Kebersamaan dalam perbedaan dan perbedaan dalam kerampakan untuk membangun negeri. Kebersamaan punya makna yang teramat penting dan modal utama untuk membangun negeri kita,” ujar Barden membeberkan filosofi  karya tarinya.
Dalam garapan Tari Rampak Negeri ini tampil sebagai penari Nur Cipto, Afrijal, Mifhatul Ical, Ari Wibowo, Ryan, Suci Aprilia, Fransika, Amel dan Dewi Rinjani. Sedangkan penataan musiknya dibesut Wisnu Nugroho.
Sebelumnya, dalam Road Show yang digelar Komite Tari di Tugu Pengantin, Lungsir, Bandar Lampung, Sabtu (12/12) malam, Komite Tari DKL menggelar performance tari massal bertajuk Gemercik Tari, yang melibatkan 250 penari persembahan SMA Negeri  Gadingrejo, Pringsewu.
Penampilan para siswa SMA Gadingrejo yang rancak ini membuat suasana malam Minggu di salah satu spot hang out anak muda Bandar Lampung ini menjadi berbeda. 

“Ini sebuah kejutan yang apresiatif. Kami bisa tahu kalau anak muda Lampung ini kreatif tak kalah dari kota-kota lainnya,” ujar Andre pemuda asal Jakarta yang sedang menikmati malam minggu di Bandar Lampung. (rls/des)