![]() |
| Tari kolosal Gemercik Tari yang melibatkan 250 penari persembahan SMA Negeri Gadingrejo, Pringsewu. (DKL) |
LAMPUNG - Tari Rampak Negeri karya koreografer Lampung Barden A Moegni, yang mengusung kisah negeri ini bakal mewarnai pentas Pelangi Seni Budaya Lampung, yang akan digelar di Lapangan Korpri, Teluk Betung, Sabtu (19/12/2015) mendatang.
Menurut
Barden yang juga Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Lampung (DKL) karya
tari ini diilhami dan terinspirasi dari keadaan negeri kita yang carut
marut.
“Nilai-nilai
luhur bangsa kita sudah tercabik-cabik oleh rasa individualisme dan
golongan. Rasa kebersamaan dan gotongroyong, senasib dan sepenanggungan
sebagai anak bangsa, telah porak-poranda atas nama kepentingan dan
politik,” ujar Barden mengisahkan latar karyanya, Minggu (13/12/2015).
Lebih lanjut, dikatakannya, yang tersisa adalah derita dan kesunyian, karena satu sama lain menjadi asing.
“Dalam
keadaan ini sering terjadi perselisihan bahkan penindasan. Manusia
terombang-ambing dalam kebingungan dan kehilangan jati diri,” imbuh
Barden di sela-sela latihan.
Untung
saja, lanjut Barden, arus kesadaran segera tergerak untuk kembali
merajut kebersamaan untuk kembali menata membangun negeri.
“Kebersamaan
dalam perbedaan dan perbedaan dalam kerampakan untuk membangun negeri.
Kebersamaan punya makna yang teramat penting dan modal utama untuk
membangun negeri kita,” ujar Barden membeberkan filosofi karya tarinya.
Dalam
garapan Tari Rampak Negeri ini tampil sebagai penari Nur Cipto,
Afrijal, Mifhatul Ical, Ari Wibowo, Ryan, Suci Aprilia, Fransika, Amel
dan Dewi Rinjani. Sedangkan penataan musiknya dibesut Wisnu Nugroho.
Sebelumnya,
dalam Road Show yang digelar Komite Tari di Tugu Pengantin, Lungsir,
Bandar Lampung, Sabtu (12/12) malam, Komite Tari DKL menggelar
performance tari massal bertajuk Gemercik Tari, yang melibatkan 250
penari persembahan SMA Negeri Gadingrejo, Pringsewu.
Penampilan
para siswa SMA Gadingrejo yang rancak ini membuat suasana malam Minggu
di salah satu spot hang out anak muda Bandar Lampung ini menjadi
berbeda.
“Ini
sebuah kejutan yang apresiatif. Kami bisa tahu kalau anak muda Lampung
ini kreatif tak kalah dari kota-kota lainnya,” ujar Andre pemuda asal
Jakarta yang sedang menikmati malam minggu di Bandar Lampung. (rls/des)
