![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Lampung meningkat sebesar 5,18 persen. Pertumbuhan tersebut merupakan kedua tertinggi di Sumatera setelah Provinsi Kepulauan Riau.
“Pertumbuhan ini tercatat lebih baik dibandingkan beberapa Provinsi lainnya di Sumatera yang mengalami pertumbuhan yang negatif dan Pertumbuhan ini didorong oleh kegiatan konsumsi rumah tangga seiring dengan masih terjaganya daya beli masyarakat di tengah tingkat inflasi yang masih terkendali,” jelasnya, dalam Seminar Lampung Economic Outlook 2016 di Ruang Auditorium Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung, Senin (21/12/2015).
Diinformasikan oleh Karo Humas dan Protokol Bayana, lebih lanjut Gubernur menjelaskan bahwa dari sisi sektoral, kinerja ekonomi Lampung pada tahun 2015 disumbang oleh pertumbuhan pada sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, sektor Industri Pengolahan dan sektor Transportasi dan Pergudangan.
Ketiga sektor tersebut memiliki pangsa sekitar 57% dari total PDRB Lampung sehingga menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Lampung.
Selain itu, adanya MoU antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Lampung tentang sinergitas pembangunan Provinsi Lampung tahun 2015 yang akan menjadi payung kerjasama.
”Dengan adanya MoU tersebut, diharapkan program pembangunan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga dapat bersinergi dengan pembangunan jalan tol Trans Sumatera, sehingga Provinsi Lampung mendapatkan dampak positif yang lebih besar,” tambahnya.
Gubernur berharap dukungan dan kerja sama semua pihak dalam rangka percepatan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Lampung, seperti dilansir laman Suarawajar.
“Program pembangunan yang sudah begitu matang tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik, apabila tidak mendapatkan dukungan dari pengambil kebijakan maupun para pelaku ekonomi”, tambahnya. (*)
Selain itu, adanya MoU antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Lampung tentang sinergitas pembangunan Provinsi Lampung tahun 2015 yang akan menjadi payung kerjasama.
”Dengan adanya MoU tersebut, diharapkan program pembangunan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga dapat bersinergi dengan pembangunan jalan tol Trans Sumatera, sehingga Provinsi Lampung mendapatkan dampak positif yang lebih besar,” tambahnya.
Gubernur berharap dukungan dan kerja sama semua pihak dalam rangka percepatan Pembangunan Ekonomi di Provinsi Lampung, seperti dilansir laman Suarawajar.
“Program pembangunan yang sudah begitu matang tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik, apabila tidak mendapatkan dukungan dari pengambil kebijakan maupun para pelaku ekonomi”, tambahnya. (*)
