Notification

×

Jaringan '98: Rakyat Bersama TNI Ganyang Musuh NKRI!

14 December 2015 | 1:35 PM WIB Last Updated 2015-12-14T06:38:21Z

Ricky Tamba

JAKARTA - Jaringan '98 siap bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengganyang para politikus busuk anasir penjajahan gaya baru nekolim neoliberalisme, yang merongrong kedaulatan Indonesia tercinta.

Hal itu dikatakan Jurubicara Jaringan '98, Ricky Tamba kepada Lampung Online, Senin (14/12/2015)

Sebelumnya, saat Seminar Nasional Bela Negara di Makassar, Sabtu (12/12/2015), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Indonesia dirusak para politikus yang dikendalikan negara asing.

Senada, Jaringan '98 geram akan nasib keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta masa depan rakyat.

Bila tak segera ditindak tegas, Jaringan '98 yakin NKRI akan terpecah-belah ke dalam sektarianisme etnis dan federalisme wilayah, menghancurkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 serta nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.

"Permufakatan jahat nekolim neoliberalisme via anteknya para politikus busuk hanya bisa dilawan dengan persatuan kaum nasionalis kerakyatan yang teguh kokoh menjaga NKRI. Jadi, wajib hukumnya seluruh rakyat bela negara selamatkan masa depan anak cucu dari bahaya penjajahan," seru Ricky.

Keyakinan Panglima TNI tersebut dinilainya positif A1, ditandai dengan kegaduhan dan polemik beberapa bulan terakhir, seiring terbongkarnya berbagai konspirasi busuk seperti liberalisasi ekonomi-politik melalui amandemen UUD 1945 dan penerapan Undang-undang pro asing, penindasan kaum buruh melalui PP 78/ 2015, penjualan aset-aset strategis bangsa seperti JICT, hingga skandal Freeport.

"Sekarang atau tidak sama sekali, Panglima Gatot. Jenderal Besar Soedirman berkata bahwa kejahatan akan menang jika orang benar tidak melakukan apa-apa. Jangan tunggu rakyat terindoktrinasi paham rekayasa asing. Bersama rakyat TNI kuat, ayo bersatu ganyang nekolim neoliberalisme musuh NKRI!" pungkas Ricky Tamba. (umr)