![]() |
| (foto: DailyMail) |
LAMPUNG ONLINE - Email
menjadi surat elektronik biasa yang dikirim melalui internet, dan
sekilas tampak tak berbahaya. Namun siapa yang menyangka, jika surat
eletronik tersebut ternyata menghasilkan karbondioksida beracun.
Dilansir
dari DailyMail dan Okezone pada Jumat (4/12/2015), mengirim email
singkat diperkirakan menambah empat gram CO2 di atmosfer. Untuk
perbandingan, mengirim 65 surel menghasilkan CO2 yang sama dengan
mengendarai mobil sejauh satu kilometer.
Ini
terjadi karena efek gas rumah kaca yang dihasilkan ketika komputer
berjalan yakni server dan ruter menyampaikan pesan. Tak hanya itu,
pembuatan alat-alat pengirim email juga menghasilkan emisi.
Menerima
pesan spam meski tidak dibuka, juga menyumbang 0,3 gCO2e. Selama
setahun, pesan spam jika dikonversikan akan sama dengan emisi yang
dihasilkan 3,1 penumpang mobil yang menggunakan 7,6 liter bensin.
Prediksi
ini diperhitungkan perusahaan keamanan McAfee dalam laporannya bertajuk
Carbon Footprint of Spam. Menurut McAfee setiap orang diperkirakan
mengirimkan sekitar 125 e-mail per hari.
"Ketika
mengirimkan e-mail, gas rumah kaca dihasilkan dari komputer yang
beroperasi, berikut server dan router. Bahkan menerima e-mail spam,
meski tidak dibuka menambahkan karbondioksida sampai 0,3 gram," terang
juru bicara McAfee.
Tak
hanya email, menonton TV dengan layar yang semakin besar juga
menghasilkan emisi yang semakin banyak. Menonton TV dua jam pada layar
plasma 24 inci (61 sentimeter) menghasilkan 440 gCO2e atau setara dengan
mengendarai mobil untuk 1,6 km. (*)
