![]() |
| Papan karangan bunga duka cita dari Korem 043/Gatam, Lampung (ist) |
LAMPUNG ONLINE - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, semua jenazah anggota
TNI yang gugur dalam insiden jatuhnya helikopter TNI AD akan dimakamkan
di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Sebelum proses pemakaman,
kata Gatot, seluruh jenazah akan terlebih dahulu diidentifikasi di RSU
Bhayangkara Palu.
"Selesai diidentifikasi di sini, semua jenazah akan dibawa lagi ke RSU Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih mendalam," ujar Gatot usai meninjau proses identifikasi jenazah di RSU Bhayangkara, Senin (21/3/2016).
"Selesai diidentifikasi di sini, semua jenazah akan dibawa lagi ke RSU Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih mendalam," ujar Gatot usai meninjau proses identifikasi jenazah di RSU Bhayangkara, Senin (21/3/2016).
Sementara, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 043/Gatam Lampung, Mayor (Inf) CH.Prabowo, menyebutkan bahwa diantara dua anggota TNI berpangkat Kolonel yang ikut dalam pesawat tersebut dan gugur berasal dari Lampung.
Keduanya adalah Kolonel (Inf) Saiful Anwar berasal dari Lampung, yang saat ini bertugas sebagai Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, dan Kolonel (Inf) Heri Setiaji dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) yang berasal dari Lampung.
Keduanya adalah Kolonel (Inf) Saiful Anwar berasal dari Lampung, yang saat ini bertugas sebagai Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako, Sulawesi Tengah, dan Kolonel (Inf) Heri Setiaji dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) yang berasal dari Lampung.
“Kita turut berduka cita, itu dua Kolonel dari Lampung semua, yakni Kolonel Infanteri Saiful Anwar, yang istrinya berasal dari Kedondong, Way Lima Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dan Kolonel Infanteri. Heri Setiaji, dari Kedamaian, Bandar Lampung,” jelasnya.
Dalam tinjauannya, Gatot didampingi Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Kapolda Sulteng serta sejumlah petinggi Mabes TNI dan BIN. Namun, jenderal bintang empat ini tidak merinci kondisi jenazah saat ini. Ia hanya memastikan bahwa semua jenazah akan diidentifikasi kembali di RS Polri Kramat Jati Jakarta sebelum dimakamkan.
Saat ini, kata dia, seluruh jenazah yang berjumlah 13 orang terdiri dari penumpang dan awak ini sedang diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Tengah di RSU Bhayangkara Palu.
Seperti diketahui, helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 sekitar pukul 17.20 WITA berangkat dari Desa Napu menuju Poso.
Pada pukul 17.55 WITA, helikopter jatuh di atas perkebunan Kelurhana Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah. Diduga, helikopter jatuh karena tersambar petir.
Adapun, dari ke-13 korban helikopter tersebut, tujuh merupakan penumpang, yakni: Kolonel Saiful (Danrem), Mayor Faqi (Kapenrem), Kapten Yanto (dokter), Kolonel Heri (Bin), Kolonel Ontang (Bin), Letkol Tedi (Dandenpom Poso), serta Prada Kiky (Ajudan Danrem).
Sementara, enam korban lainnya merupakan awak helikopter, mereka antara lain; Kapten Agung (Pilot), Lettu Wiradhy (Co.pilot), Lettu Tito (Co.pilot), Sertu Bagus (Mekanik), Serdan Karmin (Mekanik), Pratu Bangkit (Avionik). (dbs)
