![]() |
| Jokowi saat meninjau pembangunan Tol Trans Sumatera di Lampung (dok) |
LAMPUNG ONLINE - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meninjau pembangunan proyek Tol Trans Sumatera, di ruas tol Kualanamu-Tebing Tinggi dan tol Medan-Binjai pada Rabu 2 Maret 2016. Presiden Jokowi memastikan, tiga ruas tol di Sumatera Utara pun akan rampung pada pertengahan 2017.
Presiden Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Masita, mengatakan proyek Tol Trans Sumatera tersebut menunjukkan ketidakkonsistenan Jokowi dalam menangani masalah logistik, serta tidak belajar dari kesalahan masa lalu.
Dia menuturkan, bila Tol Trans Sumatera berjalan maka akan membuat pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Timur dan Barat Sumatera akan mengalami penurunan volume yang signifikan.
"Pada akhirnya akan membuat pelabuhan-pelabuhan tersebut merana dan merugi, padahal Jokowi sejak masa kampanye menyatakan bahwa laut adalah solusi logistik untuk Indonesia dalam menurunkan biaya logistik," ujar Zaldy seperti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/3/2016).
Sikap tidak konsisten dari Jokowi yakni penurunan volume pelabuhan akibat pindahnya muatan ke tol karena lebih murah membuat bingung para pelaku logistik. Hal ini dikarenakan sektor logistik membutuhkan investasi besar dan jangka panjang, seperti dilansir Okezone.
Menurutnya, masalah Pantura di Jawa, yakni mengenai biaya perawatan jalan setiap tahun, kemacetan dan pemakaian BBM yang besar tidak menjadi pelajaran bagi Jokowi.
"Padahal Jokowi punya ide untuk memindahkan muatan dari truk ke laut sampai 30 persen di Pantura. Hanya di Jawa biaya angkut dengan truk lebih murah daripada kereta api dan laut," jelasnya.
"Sekarang ini di Sumatera biaya angkut laut lebih murah daripada truk tapi hal ini akan berbalik dan kesalahan yang sama akan terulang lagi," imbuhnya. (*)
"Sekarang ini di Sumatera biaya angkut laut lebih murah daripada truk tapi hal ini akan berbalik dan kesalahan yang sama akan terulang lagi," imbuhnya. (*)
