LAMPUNG - Camelia (26), tersangka pembunuh Kabag Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal) Lampung, Sofyan, mengaku kepada kedua orangtuanya jika dia membunuh Sofyan tidak sendirian. Camelia mengaku dibantu kekasihnya Prada Dad, oknum TNI AD yang bertugas di Kotabumi, Lampung Utara.
Hal ini diungkapkan Camelia di pangkuan ibundanya, Lia (46) yang ditemani ayahnya, Med (50), setelah selama empat jam dibujuk sang ibu untuk mengaku. Sang bunda diminta polisi untuk datang ke Polresta Bandar Lampung, hari ini, Jumat (18/9/2015), karena pengakuan Camelia yang berubah-ubah.
Menurut Lia, anak pertamanya itu menuturkan jika pada hari itu korban Sofyan datang ke tempat kos Camelia dan mengajak berhubungan intim. Saat bersamaan, tiba-tiba Dad juga datang. Dad yang melihat Sofyan langsung menarik dan keduanya berkelahi di dalam kamar kos. Sofyan yang bertubuh tinggi besar mampu mengalahkan prajurit dua ini hingga Dad terpojok ke dinding.
Camelia yang semula hanya menyaksikan, langsung menyemprotkan anti nyamuk ke Sofyan hingga korban sesak nafas, lalu kepalanya dihantam kayu balok oleh wanita itu. Dad lalu mengikat tangan dan kaki Sofyan, lalu melakban mulutnya. Parahnya, Dad berulangkali menginjak-injak tubuh Sofyan hingga tidak bergerak.
Setelah yakin Sofyan tidak bernyawa, Camelia mengambil dompet, ponsel dan membawa kabur mobil Daihatsu Terios milik Sofyan menuju ke rumah Dad di Pringsewu. Untuk menghilangkan jejak, keduanya pergi ke Karawang, Jawa Barat. Di sana, plat mobil diganti dan ponsel korban dijual, hingga akhirnya mereka tertangkap polisi.
“Semula, anak saya mengaku membunuh sendiri karena takut kehilangan Dad. Takut kalau Dad meninggalkannya, karena hanya Dad yang mau menerima kondisi dan mencintai Camelia setulus hati,” ujar Lia.
Perselingkuhan cinta segitiga yang dilakukan Camelia karena faktor ekonomi. Sofyan yang terbilang hidup mapan berkecukupan, membuat Camelia berhasil menggodanya. Setelah menjalin hubungan cinta dengan Sofyan, kebutuhan ekonomi Camelia tercukupi dan biaya kuliah ditanggung Sofyan.
Rupanya Camelia yang pintar menyembunyikan perselingkuhannya di depan Dad, yang jarang datang karena bertugas di lain kota, merasa selalu aman-aman saja bercinta dengan dua pria.
“Sofyan bisa memenuhi semua kebutuhan saya, sedangkan Dad laki-laki yang memang benar saya cintai,” ungkap Cam pada ibunya, seperti dilansir Poskotanews.
Perselingkuhan yang ditutup rapi oleh tersangka Camelia terbongkar saat Dad yang secara diam-diam mengunjungi Camelia di kamar kosnya, hingga berujung dengan kematian Sofyan yang dilakukan oleh Cam dan Dad.
Istri korban Sofyan, NT, berprofesi sebagai dokter di Rumah Sakit Malahayati, yang bersebelahan dengan kampus, mengenali Camelia sebagai mahasiswi di Unimal. Dia tidak menyangka kalau suaminya dibunuh oleh wanita itu.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dery Agung Wijaya, menjelaskan jika kedua orangtua Camelia diminta datang karena pengakuannya yang sering berubah-ubah. Camelia sudah mengakui membunuh Sofyan tidak sendirian.
“Dari awal kami sudah curiga, tidak mungkin seorang perempuan melakukan pembunuhan seorang diri dengan menggunakan balok kayu sebesar itu, saat korbannya tersadar. Melihat korbannya bertubuh tinggi besar, pasti bisa melakukan perlawanan," ujarnya. (*)
