![]() |
| Pengamat dan penggiat pendidikan anak usia dini, Zita Anjani Msc. (investordaily) |
LAMPUNG - Pendidikan anak usia dini khususnya TK dan PAUD sangat krusial dan membutuhkan pemberian pelajaran yang optimal. Sayangnya, di Indonesia pendidikan anak usia dini kebanyakan masih menerapkan pola tradisional.
Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan metode Montessori yang dikembangkan oleh Dr Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia.
"Anak yang mendapatkan pendidikan dini akan sangat mudah mendidiknya ketika remaja. Karena itu, sangat penting bagi anak mendapatkan pendidikan usia dini di masa keemasan. Saat ini kita membutuhkan metode pengajaran dua arah atau berdiskusi dan anak harus dibebaskan untuk menyampaikan pendapat," jelas Founder Kids Republic, Zita Anjani MSc, yang melakukan Gerakan Mengajar 1.000 Guru di Lampung Selatan belum lama ini, seperti dilansir Beritasatu, Jumat (25/3/2016).
Lebih lanjut Zita mengatakan, masa keemasan anak adalah masa yang sangat krusial, sehingga membutuhkan pelajaran maksimal. Apalagi, kalau mengingat bahwa pada usia 0-6 tahun kapasitas otak anak-anak yang digunakan sudah mencapai 70-80 persen. Alhasil, pada masa tersebut, anak-anak sangat mudah menyerap informasi yang didapatkannya.
Ia pun menyayangkan masih banyaknya anak-anak yang minim mendapatkan pendidikan layak di usia dini, yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK, termasuk metode pendidikan yang diterapkan lebih banyak menghafal, mendikte, dan mencatat, yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang.
Dalam paparannya dihadapan sekitar 200 guru TK dan PAUD Lampung Selatan, Indonesia sudah saatnya memperbarui metode pendidikan anak usia dini. Tujuannya agar anak-anak mampu bersaing di masa depan. Terlebih, setiap tahun ada 1.000 lebih jenis pekerjaan baru yang perlu ditopang dengan karyawan yang mendapatkan metode pendidikan lebih kreatif.
Metode Montessori menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan autodidak untuk memperkenalkan berbagai konsep.
"Gerakan tersebut bertujuan untuk berbagi ilmu metode Montessori kepada guru PAUD dan TK yang berada di wilayah lampung selatan. Ke depannya, gerakan tersebut akan ia perluas ke beberapa wilayah di seluruh indonesia demi menciptakan generasi penerus bangsa yang produktif, intelektual, dan kreatif," jelasnya.
Gerakan Mengajar 1.000 Guru di Lampung Selatan juga dihadiri oleh ketua MPR, Zulkifli Hasan, yang menyampaikan materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.
"Peran guru baik itu dari tingkatan TK, SD, SMP maupun SMA, sangatlah penting untuk mendidik dan membimbing karakter generasi muda kita ke depannya. Meski era pendidikan di jaman saya mungkin berbeda jauh dengan pendidikan modern saat ini, namun didikan para guru lah yang membuat saya bisa menjadi seperti. Peran untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia memang seharusnya tidak berada di pundak pemerintah semata. Semua elemen masyarakat bisa berpartisipasi untuk memajukan pendidikan, seperti halnya Gerakan mengajar 1000 guru ini," ujar Zulkifli Hasan.
Kegiatan ini juga disambut baik oleh Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan. Ia pun berharap para tenaga pendidik di wilayahnya akan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan Kids Republic School. Selain itu ia berpesan kepada tenaga pendidik TK dan PAUD di wilayahnya, agar bisa memberikan pendidikan yang terbaik, sehingga kedepannya dapat mencetak generasi muda yang memiliki karakter unggul dan berwawasan kebangsaaan yang baik. (*)
"Anak yang mendapatkan pendidikan dini akan sangat mudah mendidiknya ketika remaja. Karena itu, sangat penting bagi anak mendapatkan pendidikan usia dini di masa keemasan. Saat ini kita membutuhkan metode pengajaran dua arah atau berdiskusi dan anak harus dibebaskan untuk menyampaikan pendapat," jelas Founder Kids Republic, Zita Anjani MSc, yang melakukan Gerakan Mengajar 1.000 Guru di Lampung Selatan belum lama ini, seperti dilansir Beritasatu, Jumat (25/3/2016).
Lebih lanjut Zita mengatakan, masa keemasan anak adalah masa yang sangat krusial, sehingga membutuhkan pelajaran maksimal. Apalagi, kalau mengingat bahwa pada usia 0-6 tahun kapasitas otak anak-anak yang digunakan sudah mencapai 70-80 persen. Alhasil, pada masa tersebut, anak-anak sangat mudah menyerap informasi yang didapatkannya.
Ia pun menyayangkan masih banyaknya anak-anak yang minim mendapatkan pendidikan layak di usia dini, yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK, termasuk metode pendidikan yang diterapkan lebih banyak menghafal, mendikte, dan mencatat, yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang.
Dalam paparannya dihadapan sekitar 200 guru TK dan PAUD Lampung Selatan, Indonesia sudah saatnya memperbarui metode pendidikan anak usia dini. Tujuannya agar anak-anak mampu bersaing di masa depan. Terlebih, setiap tahun ada 1.000 lebih jenis pekerjaan baru yang perlu ditopang dengan karyawan yang mendapatkan metode pendidikan lebih kreatif.
Metode Montessori menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan autodidak untuk memperkenalkan berbagai konsep.
"Gerakan tersebut bertujuan untuk berbagi ilmu metode Montessori kepada guru PAUD dan TK yang berada di wilayah lampung selatan. Ke depannya, gerakan tersebut akan ia perluas ke beberapa wilayah di seluruh indonesia demi menciptakan generasi penerus bangsa yang produktif, intelektual, dan kreatif," jelasnya.
Gerakan Mengajar 1.000 Guru di Lampung Selatan juga dihadiri oleh ketua MPR, Zulkifli Hasan, yang menyampaikan materi sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.
"Peran guru baik itu dari tingkatan TK, SD, SMP maupun SMA, sangatlah penting untuk mendidik dan membimbing karakter generasi muda kita ke depannya. Meski era pendidikan di jaman saya mungkin berbeda jauh dengan pendidikan modern saat ini, namun didikan para guru lah yang membuat saya bisa menjadi seperti. Peran untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia memang seharusnya tidak berada di pundak pemerintah semata. Semua elemen masyarakat bisa berpartisipasi untuk memajukan pendidikan, seperti halnya Gerakan mengajar 1000 guru ini," ujar Zulkifli Hasan.
Kegiatan ini juga disambut baik oleh Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan. Ia pun berharap para tenaga pendidik di wilayahnya akan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan Kids Republic School. Selain itu ia berpesan kepada tenaga pendidik TK dan PAUD di wilayahnya, agar bisa memberikan pendidikan yang terbaik, sehingga kedepannya dapat mencetak generasi muda yang memiliki karakter unggul dan berwawasan kebangsaaan yang baik. (*)
