Notification

×

Pemadaman Listrik di Lampung, YLKI Desak DPRD Bersikap

12 March 2016 | 7:43 PM WIB Last Updated 2016-03-12T12:47:09Z
Deputi Manajer Hukum dan Humas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Lampung, I Ketut Darpa (kiri), Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Subadra Yani (tengah), dalam acara sosialisasi keluhan konsumen melalui pertemuan bersama YLKI, Selasa (22/9/2015). (foto: lampost)

LAMPUNG -
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLK) Lampung mendesak DPRD setempat segera bersikap atas kondisi kelistrikan di daerah ini. Pasalnya, byarpet yang berlangsung sejak lama sudah sangat mengganggu masyarakat dan pengusaha.

"Kalau YLKI yang ditekan, itu salah. Seharusnya, DPRD yang bergerak. Jangan diam saja mereka itu," kata Ketua YLKI Lampung, Subadra Yani, Jumat (11/3/2016).

Menurut Subadra, berdasarkan investigasi lembaganya, penyebab listrik mati karena kondisi pembangkit yang defisit. Salah satu cara cepat untuk menanggulanginya adalah dengan sistem interkoneksi atau suplai dari Sumatera Selatan.

"PLN beralasan tidak bisa membangun 86 tower untuk interkoneksi itu. DPRD seharusnya turun tangan mencari solusi tersebut," ujarnya, seperti dilansir Lampost.

Sementara itu, hingga kemarin keluhan pemadaman listrik masih membanjiri layanan SMS interaktif. 

"PLN harus memberi ganti rugi ke pelanggan. Pak Jokowi, tolong diaudit PLN," kata warga dengan nomor 081272895XXX.

Kemudian, warga dengan nomor 085279683XXX mengatakan, "Tolong, lampu PLN di Gedongtataan mati setiap hari. Kasihan konsumen, telat bayar kena denda. Ini korupsi cara halus PLN."

Warga lainnya mengajak masyarakat Lampung bersatu untuk mendemo kantor PLN dan Kementerian BUMN. 

"Mari masyarakat Lampung bersatu demo kantor PLN dan Kementerian BUMN. Pelayanan PLN sudah sangat membuat pelanggan geram," kata pemilik nomor 082279021XXX.

"PLN sungguh keterlaluan, kami sebagai konsumen sudah lama kecewa dengan pelayanan yang sama sekali tidak profesional. Hampir setiap hari byarpet tanpa memandang waktu. Apalagi, sudah empat malam Jumat pada saat magrib pasti mati lampu. Apa orang PLN tidak punya agama? Tolong ruang publik disampaikan ke pihak PLN. Terima kasih," ujar 085269082XXX. (*)