![]() |
| Brigjen Ike Edwin (kanan) saat menerima pelapor ketika berkantor di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, (ist) |
LAMPUNG - Terobosan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigjen Ike Edwin dengan Program "Excellent Police Service" atau pelayanan prima di lingkungan Polda Lampung berupa berkantor di lapangan, untuk menyelesaikan keluhan masyarakat di bidang kamtibmas, mendapatkan apresiasi berbagai pihak.
"Dengan program itu, saya dan perangkat jabatan yang ada di bawah saya harus terjun mendatangi masyarakat. Silakan masyarakat sampaikan keluhannya tentang kepolisian," kata Brigjen Ike Edwin, Minggu (27/3/2016).
Brigjen Ike Edwin dilantik sebagai Kapolda Lampung pada 11 Januari 2016 di Jakarta menggantikan Brigjen Edward Syah Pernong yang juga sepupunya.
Brigjen Ike Edwina menyatakan bila dirinya mampu melaksanakan tugas dengan baik di daerah lain, sebagai putra asli Lampung, diyakini dirinya juga akan mampu berbuat yang terbaik untuk daerah kelahirannya.
Ia menegaskan, selain siap membuka rumahnya untuk didatangi dan dilapori warga, ia juga akan mendirikan tenda di rumahnya sehingga dapat menerima semua keluhan masyarakat.
"Silakan, saya akan menerima semua keluhan masyarakat tentang Kamtibmas. Apa saja boleh dan siapa saja boleh datang. Kalau ada anak buah saya yang tidak beres sampaikan. Saya ingin berbakti dan berbuat baik di kampung halaman saya," kata Brigjen Ike Edwin.
Ia menambahkan, "Sampaikan semua keluhan, tentang reserse atau tentang pungli petugas lalu lintas, sampaikan saja. Saya buka di situ dan saya akan panggil orangnya untuk saya pertemukan".
Karena itu, Kapolda Lampung ini mengajak jajarannya untuk lebih banyak turun ke lapangan agar bisa mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kamtibmas.
Melalui program "Excellent Police Service" itu, Kapolda menginginkan tercipta suasana yang kondusif dengan pendekatan kearifan lokal sehingga program pembangunan yang dilaksanakan di Lampung bisa berjalan dengan baik.
Dia mengharapkan dukungan semua pihak, baik masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, TNI dan pemerintah daerah atas kelancaran program tersebut, seperti dilansir laman Teropongsenayan.
Kapolda Lampung yang bergelar Gusti Batin Mangkunegara dalam Kepaksian Pernong, Kerajaan Adat Paksi Sekala Brak itu juga mengungkapkan pengalamannya dalam membina kamtibmas saat menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan dan Barat.
Karena itu, ia berjanji akan mendirikan tenda sebagai kantor dan membuka pelayanan selama enam jam untuk menerima berbagai keluhan masyarakat terkait dengan tugas-tugas kepolisian.
"Kalau ada perkara yang belum beres dan bertele-tele karena dipermainkan anak buah saya, laporkan di situ. Saya akan panggil anak buah saya, kami buka semua untuk diselesaikan. Semua ini untuk kebaikan," katanya.
Setelah Program Pelayanan Prima Polda Lampung, terutama berkantor di luar Markas Polda Lampung itu berjalan, sejumlah dukungan bahkan apresiasi bermunculan dari berbagai pihak, terutama masyarakat luas. (*)
Ia menegaskan, selain siap membuka rumahnya untuk didatangi dan dilapori warga, ia juga akan mendirikan tenda di rumahnya sehingga dapat menerima semua keluhan masyarakat.
"Silakan, saya akan menerima semua keluhan masyarakat tentang Kamtibmas. Apa saja boleh dan siapa saja boleh datang. Kalau ada anak buah saya yang tidak beres sampaikan. Saya ingin berbakti dan berbuat baik di kampung halaman saya," kata Brigjen Ike Edwin.
Ia menambahkan, "Sampaikan semua keluhan, tentang reserse atau tentang pungli petugas lalu lintas, sampaikan saja. Saya buka di situ dan saya akan panggil orangnya untuk saya pertemukan".
Karena itu, Kapolda Lampung ini mengajak jajarannya untuk lebih banyak turun ke lapangan agar bisa mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kamtibmas.
Melalui program "Excellent Police Service" itu, Kapolda menginginkan tercipta suasana yang kondusif dengan pendekatan kearifan lokal sehingga program pembangunan yang dilaksanakan di Lampung bisa berjalan dengan baik.
Dia mengharapkan dukungan semua pihak, baik masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, TNI dan pemerintah daerah atas kelancaran program tersebut, seperti dilansir laman Teropongsenayan.
Kapolda Lampung yang bergelar Gusti Batin Mangkunegara dalam Kepaksian Pernong, Kerajaan Adat Paksi Sekala Brak itu juga mengungkapkan pengalamannya dalam membina kamtibmas saat menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan dan Barat.
Karena itu, ia berjanji akan mendirikan tenda sebagai kantor dan membuka pelayanan selama enam jam untuk menerima berbagai keluhan masyarakat terkait dengan tugas-tugas kepolisian.
"Kalau ada perkara yang belum beres dan bertele-tele karena dipermainkan anak buah saya, laporkan di situ. Saya akan panggil anak buah saya, kami buka semua untuk diselesaikan. Semua ini untuk kebaikan," katanya.
Setelah Program Pelayanan Prima Polda Lampung, terutama berkantor di luar Markas Polda Lampung itu berjalan, sejumlah dukungan bahkan apresiasi bermunculan dari berbagai pihak, terutama masyarakat luas. (*)
