Notification

×

Protes Pemadaman Listrik, HMI Shalat Jenazah di Kantor PLN

23 March 2016 | 6:57 AM WIB Last Updated 2017-06-10T13:28:27Z
(foto: istimewa)

LAMPUNG ONLINE - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) melangsungkan Shalat Jenazah, di Halaman Kantor PLN Cabang Barabai, Selasa (22/3/2016). Mereka merefleksikan kekesalahan dengan membawa miniatur mayat yang ditutupi kain kafan.

Ketua Umum HMI Cabang Barabai M Sanderi menyampaikan tiga keluhan, yaitu tentang pemadaman listrik yang terus terjadi, sekaligus minta pertanggungjawaban tentang Undang-Undang tentang ketenaga listrikan. Mereka juga minta Pimpinan PLN Cabang Barabai segera mundur bila tak selesai dengan kasus pemadaman.

Sementara, Manajer PLN Cabang Barabai Gunawan mengakui kondisi pemadaman akibat defisit daya yang dialami PLN Kalselteng. Saat ini sudah berkurang seiring sudah datangnya pasokan daya dari Bali yang masuk sistem 10 MW dan sisanya 20 MW masih tahap. Mesin itu berasal dari Bali.

Demo mahasiswa yang menuntut kebijakan pemerintah agar Kalsel mendapatkan hak yang sama dalam pasokan listrik berakhir ricuh. Sedikitnya ada tujuh mahasiswa yang ditahan oleh pihak kepolisian.

Kericuhan bermula ketika demonstran yang melakukan aksi di depan kantor PLN Banjarmasin, tiba-tiba membakar ban di tengah jalan. Sontak saja hal tersebut langsung memancing reflek pihak keamanan untuk menertibkan.

Bukannya mengalah, pihak keamanan justru mendapatkan perlawanan dari pihak demonstran.  Bahkan, demonstran wanita pun ikut terkena sasaran. Dalam hal ini Wakapolres Banjarmasin pun sempat ikut bergelut dengan para demonstran, seperti dilansir laman Prokal

Sedikitnya ada tujuh Mahasiswa yang ditahan oleh pihak kepolisian. Mereka diamankan lantaran dianggap pemicu terjadinya kericuhan masa demonstran. Beberapa mahasiswa yang sempat diamankan tersebut diantaranya mahasiswa STKIP PGRI.

Berikut nama-nama demonstran yang diamankan oleh pihak kepolisian Untung (STKIP PGRI/Lsisk), Said (Lsisk), Fajri (Lsisk), Zainal (Lsisk), Ferhad (Lsisk), Razkan (Lsisk), Ipul (Lsisk).

Meski sempat diamankan, beberapa lama kemudian mahasiswa tersebut langsung dikembalikan bersama demonstran. Setelah pihak demonstran meminta agar rekannya dilepaskan.

Mahasiswa yang berunjuk rasa dan ricuh pada Selasa siang, kembali mendatangi Kantor PLN Area Banjarmasin, Jalan Lambung Mangkurat, Selasa malam.

Mereka menyalakan puluhan lilin, berdiri dan lesehan di depan kantor PLN. Gabungan mahasiswa dari berbagai kampus ini menamai aksinya 'Gerakan Kalimantan Terang.'

Selain menyalakan lilin, mahasiswa juga menyanyikan lagu-lagu nasional dan mendeklamasikan puisi. Koordinator aksi, Zainul Muslihin mengatakan, lilin adalah sindiran bagi PLN yang tidak mampu mengatasi krisis listrik.

"Aksi ini merupakan sindiran atas pemadaman listrik bergilir yang sudah kelewat parah," ujar Zainul.

Aksi berlangsung selama satu setengah jam. Zainul bahkan rebahan di jalan aspal sembari memegang lilin. Polsek Banjarmasin Tengah mengawal aksi yang berjalan damai. (*)