![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Setelah lama tak terdengar, virus flu burung (Avian influenza) mulai menyerang Lampung. Sedikitnya sudah enam ribu ayam milik warga, mati akibat terserang virus mematikan tersebut.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Dessy Romas mengatakan, dari jumlah ayam yang mati akibat flu burung, sebagian besar merupakan ayam kampung.
“Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah. Untuk itu kami berharap para peternak unggas untuk berhati-hati dan mengantisipasi virus flu burung tersebut,” kata Dessy, seperti dilansir Lampost, Rabu (30/3/2016).
Menurutnya, sebagian besar ayam yang terjangkit flu burung merupakan ayam ternak warga yang tidak dikandangkan atau biasa berkeliaran. Sementara untuk ternak ayam milik perusahaan-peruasahaan belum dijumpai kasus terjangkit virus mematikan tersebut.
“Perusahaan ternak ayam memiliki prosedur pemeliharaan ayam dan juga memiliki kompartemen AI, sehingga dilakukan pencegahan sebelum terjangkit. Sementara untuk ayam kampung milik masyarakat yang berkeliaran akan lebih capat terjangkit virus tersebut kemudian menular,” tutur Dessy.
Dia menjelaskan, upaya yang sudah dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, di antaranya melakukan pengawasan atau cek poin di titik wilayah keluar masuk barang, khususnya pemeriksaan hewan ternak, seperti di wilayah Bakauheni, Mesuji, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tulangbawang.
“Saat ini kami lebih memperketat pengawasan, bukan hanya ayam atau unggas, melainkan hewan lainnya untuk dipastikan masuk ke wilayah Lampung bebas dari penyakit,” ujar Dessy.
Dia menambahkan, untuk masyarakat Lampung, khususnya yang memelihara ternak unggas, agar lebih memperhatikan lingkungan guna mencegah tertularnya penyakit mematikan tersebut. Seperti memberikan obat dan vaksin kepada ternak, serta rutin membersihkan kandang.
“Di setiap kabupaten selalu ada petugas yang memberikan sosialisasi dan pengobatan, dan kami juga menjaga stok obat dan vaksin agar terus mencukupi sebagai antisipasi,” kata Dessy.
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung juga mengimbau warganya untuk mewaspadai ancaman penularan virus flu burung, dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan unggas.
"Flu burung perlu diwaspadai karena selama ada hewan yang positif, manusia juga tetap berisiko terinfeksi," kata Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Edwin Rusli. (*)
