Notification

×

Kadis Perdagangan Lampung: Ekspor Kopi Instan Turun

04 April 2016 | 8:50 PM WIB Last Updated 2017-06-10T13:27:08Z
Ferynia (dok)

LAMPUNG - Selama Maret 2016, ekspor produk industri kopi instan asal Provinsi Lampung mencapai 59,5 ton senilai USD523.032 atau turun, bila dibandingkan bulan sebelumnya.

"Jumlah itu turun bila dibandingkan ekspor pada bulan Februari 2016 dengan volume 66 ton senilai USD588.000," kata Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia, Senin (4/4/2016).

Ekspor kopi instan asal Lampung itu, lanjut dia, masih terus berlangung mengingat daerah ini sebagai pengasil kopi robusta, dan juga produsen untuk kopi kemasan.

Kendati tidak sebanyak ekspor biji kopi, menurut dia, beberapa negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam, menjadi negara tujuan utama ekspor kopi kemasan asal Lampung.

Ferynia menyebutkan beberapa negara lain, seperti di Timur Tengah dan Uni Eropa, juga menjadi tujuan ekspor kopi instan asal Lampung.

Menurut dia, pangsa pasar kopi instan Lampung ke sejumlah negara masih terjaga hingga sekarang. Nilai maupun volume ekspor kopi Lampung, masih berfluktuasi tergantung pada permintaan serta kontrak perjanjian yang telah dibuat antara pengekspor dan pembeli.

Kepala Dinas Perdagangan itu menjelaskan prospek ekspor kopi instan Lampung masih tetap cerah mengingat realisasi ekspor setiap bulan cukup baik.

Selain itu, pihaknya juga terus mempromosi ke beberapa negara baik menggelar berbagai ajang pameran maupun melalui pamflet atau website.

"Naiknya volume ekspor, antara lain akibat tingkat permintaan yang cenderung tinggi serta faktor harga di pasar dunia," katanya, seperti dilansir Okezone.

Dinas Perindag Lampung mengatakan bahwa sentra produksi industri komoditas kopi instan Lampung terdapat di Kota Bandar Lampung dan beberapa daerah penghasil kopi lainnya, seperti Lampung Barat dan Tanggamus. Kota Bandar Lampung memiliki kapasitas produksi kopi instan rata-rata 6.000 hingga 10.000 ton per tahun.

"Penjualan kopi instan di dalam negeri dengan rata-rata 50 sampai dengan 100 ton per bulannya," ujar dia.

Luas areal kopi di Lampung mencapai 163.837 hektare dengan produksi kopi mencapai sekitar 100 ribu s.d. 120 ribu ton per tahun. (*)