Notification

×

Unila Minta Jokowi Lanjutkan Pembangunan RS Akademik

03 April 2016 | 10:11 AM WIB Last Updated 2017-06-10T13:27:43Z
Hasriadi Mat Akin

LAMPUNG - Masyarakat Lampung dan civitas academika Universitas  Lampung (Unila) meminta kepada Presiden Joko Widodo, untuk memperhatikan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit (RS) Akademik yang ada di kampus tersebut.

''Kami minta bapak Jokowi menlanjutkan pembangunan RS Akademik yang telah terhenti sejak tahun 2011. Kami sangat membutuhkan sekali. RS ini juga dibutuhkan oleh masyarakat Lampung,'' kata Rektor Unila, Prof Dr Ir Hasriadi Mat Akin, MP, di Jakarta, seperti dilansir dari Republika pada Minggu (3/4/2016).

Hasriadi juga minta pihak terkait mendukung terwujudnya RS Akademik di Unila, misalnya kementrian kesehatan dan kementrian ristek-dikti.

Untuk calon RS Akademik Unila telah dibangun pondasinya. Namun setelah selesai pondasi tak dilanjutkan lagi. Proyek pembangunan RS Akademik Unila mangkrak sejak tahun 2011.

Untuk pembangunan RS Akademik itu sendiri telah tersedia lahan seluas 14 hektar. RS Akademik direncanakan terdiri dari lima gedung masing masing memiliki lima lantai. RS Akademik mampu menampung hingga 350 pasien.

Mengenai dana yang dibutuhkan, Hasriadi memperkirakan sekitar Rp 900 miliar, termasuk biaya pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan RS Akademik. Bila rumah sakit ini terwujud ia akan menjadi RS rujukan untuk RSUD yang ada di Lampung.

Satu Rumah Sakit untuk Dua Kebutuhan Mendesak

Lampung tercatat sebagai daerah dengan tingkat kepadatan tertinggi kedua di luar Jawa, setelah Medan.

''Medan punya program studi kedokteran. USU sekarang sudah punya Rumah Sakit Akademik. RS ini baru saja diresmikan. Kami ingin Lampung juga punya bagaimanapun Lampung kan pintu gerbang Sumatera,'' papar Hasriadi.

Seiring dengan perkembangan masyarakat, ada peningkatan kebutuhan kesehatan secara kuantitatif maupujn kualitatif. Demikian pula dengan layanan kesehatan seperti rumah sakit. Karena keterbatasan kemampuan RS yang ada, masyarakat ke luar Lampung untuk mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Bila Unila memiliki RS Akademik, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan di RS ini. 

''Masyarakat Lampung tidak perlu berobat ke luar Lampung, apabila RS Abdul Moeloek tak sanggup menangani,'' kata Rektor Unila. Umumnya RS Akademik milik perguruan tinggi negeri masuk kategori RS tipe A atau setara dengan RS tipe A.

Oleh karena itu, pembangunan rumah sakit akademik di Lampung tidak saja mendukung proses belajar mengajar prodi kedokteran di Unila, namun juga memenuhi kebutuhan akan layanan kesehatan masyarakat Lampung.

Dua hal itu disebut Hasriadi sangat mendesak. ''Unila butuh RS akademik, masyarakat membutuhkan rumah sakit tipe A atau setara dengan tipe A,'' katanya.

Unila: Akreditasi Prodi Kedokteran A, Tapi Belum Punya RS Akademik

RS Akademik menjadi sebuah kebutuhan mendesak, baik bagi Unila maupun masyarakat di Lampung, saat ini.

Hasriadi menyatakan bahwa keberadaan RS Akademik sangat dibutuhkan untuk mendukung program studi kedokteran di Unila. Termasuk pengembangan program spesialis, pasca sarjana dan program doktoral biomedik. Rumah sakit menjadi laboratorium dan riset akademik prodi kedokteran.

''Prodi Kedokteran Unila mendapatkan akreditasi A. Ini sangat menbanggakan kami karena prodi kesehatan dengan akreditasi A hanya 16 dari sekitar 60 program studi kedokteran yang ada saat ini,'' kata Hasriadi.

Dengan akreditasi prodi kedokteran A, Unila disebut Hasriadi siap membuka program spesialiasi, pascasarjana atau doktor biomedik. Namun karena belum memiliki RS Akademik sebagai pendukung riset, pihaknya belum membuka program itu.

Bila rumah sakit akademik telah ada pihaknya akan membuka program spesialis, pascasarjana atau program doktor. ''Kita tentu saja bekerjasama dengan Kemenkes mengenai hal ini, termasuk pengadaan untuk tenaga paramedis dan medisnya,'' lanjut Hasriadi. (*)