![]() |
| Kantor MUI Lampung di kompleks Islamic Center, Jalan Soekarno-Hatta (By Pass), Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung (Foto: Dok. Polda Lampung) |
BANDAR LAMPUNG - Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung di kompleks Islamic Center, Jalan Soekarno-Hatta (By Pass), Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung dirusak orang tak dikenal (OTK), Jumat (31/12/2022).
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan adanya laporan peristiwa perusakan kantor MUI Lampung atas nama Ujang Tommy (49), dengan nilai kerugian Rp7 juta.
"Benar, Tim Tekab 308 Presisi Polda Lampung dipimpin langsung Kasubdit III Jatanras Kompol Rosef Effendi sudah mengecek langsung TKP," ujarnya saat dimintai keterangan, Sabtu (31/12/2022).
Berdasarkan hasil olah TKP, peristiwa itu diketahui pertama kali oleh petugas kebersihan bernama Sri Mulya sekitar pukul 08.30 WIB.
Waktu itu, ia melihat pintu utama dan jendela kantor MUI Provinsi Lampung dirusak dengan posisi pintu utama dilapisi kaca sudah pecah.
Jendela samping kanan kantor juga didapati dalam keadaan pecah. Saksi langsung memberitahu Sugeng,Wakil Direktur 1 LPPOM MUI Lampung.
"Kami telah menempatkan Tim Inafis untuk melakukan olah TKP, termasuk memintai keterangan para saksi," jelas Pandra, dilansir IDNTimes.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan kaca, delapan batu diduga telah digunakan untuk melakukan perusakan. Termasuk mencari CCTV di sekitar kantor MUI Provinsi Lampung.
Pandra memastikan perkara tersebut telah ditangani dan diselidiki Ditreskrimum Polda Lampung.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku perusakan. Mohon doanya, semoga cepat terungkap pelakunya," ujarnya.
Merespons peristiwa tersebut, Ketua MUI Provinsi Lampung, Prof Moh Mukri menyampaikan telah menerima laporan dan mengecek lokasi kejadian dan prihatin atas aksi perusakan tersebut.
"Alhamdulillah tidak ada barang-barang yang hilang, tapi peristiwa ini sangat memprihatinkan," ujarnya.
Terkait motif perusakan, Mukri yang juga mantan Rektor UIN Raden Intan Lampung tersebut belum mengetahui spesifik akan hal itu dan menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
"Kita tunggu hasil dari kepolisan, kami juga sudah laporkan ke Polda Lampung," kata Mukri. (*)
